Berita  

PPK Dinkes Palu Diduga Hindari Wartawan Saat Dimintai Tanggapan, Terkait Proyek Puskesmas Talise Rp4,7 Miliar

TALISE
Pondasi Footplat dengan tiang kolom yang tidak beraturan, dimana pondasi Footplat (atau tapak) yang tidak simetris atau tidak mengikuti pola teratur di bawah kolom-kolom bangunan. FOTO : DOK. REDAKSI ANJASMAN.

PALU, Fokus Rakyat Net — Penggunaan keuangan negara dalam proyek pekerjaan konstruksi pembangunan Puskesmas Talise Tahap I oleh Satuan Kerja Dinas Kesehatan Kota Palu kembali menjadi sorotan. Proyek yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2024 ini menghabiskan anggaran hingga Rp4,7 miliar, dan dikerjakan oleh rekanan pelaksana CV. Rizki Tolitama Sejahtera.

Namun hingga berita ini dipublikasikan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, yang diketahui bernama Anto, saat dimintai tanggapanya, belum memberikan klarifikasi resmi. Padahal, pihak redaksi Fokus Rakyat Net telah berupaya melakukan konfirmasi melalui berbagai cara, pesan WhatsApp, panggilan telepon, hingga kunjungan langsung ke kantor Dinas Kesehatan Kota Palu. Namun tak satu pun mendapat respons.

Permintaan klarifikasi tersebut, berkaitan dengan metode kerja beton bangunan, khususnya apakah proses pelaksanaannya telah sesuai dengan Spesifikasi Teknis dan Gambar perencanaan sebagaimana tertuang dalam dokumen kontrak proyek.

TALISE
Metode kerja pengecoran beton untuk tiang bangunan puskesmas talise, di mana selimut beton muncul di permukaan diduga tidak sesuai dengan standar konstruksi. Selimut beton seharusnya melindungi tulangan dari korosi dan faktor lingkungan, dan posisinya berada di dalam beton, bukan di permukaan. Jika selimut beton terlihat di permukaan, itu menandakan masalah dalam proses pengecoran atau desain. FOTO : DOK. REDAKSI ANJASMAN.

BACA JUGA : Gubernur Sulteng Bentuk Satgas Tambang, Siap Tindak Tegas Izin Bermasalah

BACA JUGA : Rotasi Besar di Polres Parigi Moutong: Sertijab Tandai Komitmen Polri Perkuat Kinerja dan Pelayanan

Lebih jauh, hasil pemantauan di lapangan mengungkap sejumlah kejanggalan teknis yang mencurigakan, di antaranya:

  • Patah pada bagian tiang cor,
  • Masih terdapat sisa kayu bekas bekisting (poplang) di sela-sela struktur beton,
  • Cor beton yang keropos hingga tampak tulangan besi (besi beton),
  • Dugaan bahwa saat pengecoran dilakukan, permukaan tidak disiram atau dibersihkan dengan benar.
  • Sehingga campuran beton berkontaminasi dengan tanah.

Kondisi tersebut sangat memprihatinkan, mengingat proyek ini berkaitan langsung dengan layanan kesehatan masyarakat.

TALISE
Mutu beton tiang pondasi footplat yang mudah keropos dan bercampur tanah, diduga tidak sesuai spek mengakibatkan kualitas material yang buruk. FOTO : DOK. REDAKSI ANJASMAN.

Keamanan dan kualitas konstruksi adalah hal utama yang tidak boleh diabaikan, apalagi menyangkut fasilitas publik jangka panjang.

Sikap diam dari PPK Anto, terkesan menghindari wartawan, dinilai tidak mencerminkan semangat akuntabilitas dan transparansi yang seharusnya dijunjung oleh setiap pejabat publik, khususnya dalam mengelola dana APBD.

Untuk itu, media ini  meminta agar PPK memberikan penjelasan terbuka kepada publik atas pelaksanaan proyek ini, notabene menggunakan uang rakyat melalui pungutan pajak.

TALISE
Patahan pada tiang kolom mengacu pada retakan atau kerusakan yang terjadi pada kolom bangunan. Kerusakan ini bisa berupa retakan pada selimut beton, dan diduga kualitas beton yang buruk. FOTO : DOK. REDAKSI ANJASMAN.

Selain itu, juga didesak agar Inspektorat Daerah, APIP, hingga Aparat Penegak Hukum (APH), dapat segera turun tangan melakukan evaluasi.

Dan pemeriksaan teknis di lapangan, guna memastikan tidak terjadi penyimpangan, baik dari sisi kualitas pekerjaan maupun anggaran.

Uang rakyat bukan untuk dimainkan. Kualitas proyek publik adalah tanggung jawab bersama.

TALISE
Patahan pada tiang kolom mengacu pada retakan atau kerusakan yang terjadi pada kolom bangunan. Kerusakan ini bisa berupa retakan pada selimut beton, dan diduga kualitas beton yang buruk. FOTO : DOK. REDAKSI ANJASMAN.

 

pasang iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!