PALU, Fokusrakyat.net – Proyek pembangunan Puskesmas Talise Tahap I, yang dibiayai dari APBD Kota Palu Tahun Anggaran 2024 senilai Rp4,7 miliar, kembali menjadi sorotan publik. Proyek konstruksi yang dikerjakan oleh rekanan pelaksana CV. Rizki Tolitama Sejahtera itu dinilai menyisakan banyak pertanyaan, terutama terkait kualitas pekerjaan di lapangan.
Kontraktor CV RISKI TOLITAMA SEJAHTERA, hingga berita ini dipublikasikan belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan media fokus rakyat net melalui pesan WhatsApp,tidak mendapatkan respons sama sekali.
BACA JUGA : Polantas Parigi Moutong Bagikan 500 Bendera Merah Putih, Semarakkan Jalan Raya Jelang HUT RI ke-80
BACA JUGA : Lomba Perahu Layar Meriahkan HUT Desa Ogomolos ke-14, Warga Tetangga Turut Antusias
Permintaan klarifikasi tersebut menyasar pada metode kerja beton bangunan, termasuk kepastian apakah pelaksanaan telah sesuai Spesifikasi Teknis dan Gambar Perencanaan yang tercantum dalam kontrak.

Hasil pemantauan di lapangan justru menemukan sejumlah indikasi kejanggalan teknis, di antaranya:
Patah pada bagian tiang cor,
Masih terdapat sisa kayu bekas bekisting (poplang) di sela-sela struktur beton,
Beton keropos hingga tampak tulangan besi,
Dugaan pengecoran dilakukan pekerja abal-abal tanpa pembersihan dan penyiraman memadai, sehingga campuran beton terkontaminasi tanah.

BACA JUGA : SMKN 2 Ampana Kota Kosong Melompong, Tiga Tahun Terakhir Tanpa Siswa
BACA JUGA : PEMDA PARIMO DIULTIMATUM! Mahasiswa Geruduk Kantor Gubernur: Hentikan PETI atau Kami Turun Lebih Besar
Temuan tersebut dinilai memprihatinkan mengingat proyek ini berkaitan langsung dengan layanan kesehatan masyarakat.
Kualitas dan keamanan konstruksi adalah hal mutlak yang harus dijaga.

Sikap diam Adi setiawan selaku kontraktor cv riski tolitama sejahtera dinilai mencederai prinsip akuntabilitas dan transparansi yang wajib dijunjung setiap pejabat publik dalam mengelola dana APBD.

Berita fokus rakyat net mendesak agar kontraktor Adi setiawan mengambil Langkah ini untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan, baik dari segi kualitas pekerjaan maupun penggunaan anggaran.
































