KAPOLDA
Berita  

Kerusakan Retakan di Sejumlah Bangunan Proyek Jalan Cumi-Cumi Palu, Mutu Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan?

Proyek A2 Rekonstruksi dan Penanganan Tanggul Jalan Cumi-Cumi (Coast Area) di Kota Palu. Foto/Tim Redaksi

Palu – Proyek A2 Rekonstruksi dan Penanganan Tanggul Jalan Cumi-Cumi (Coast Area) di Kota Palu kembali menjadi sorotan publik.

Sejumlah kejanggalan ditemukan oleh Tim Liputan Wartawan Sulteng dalam peninjauan langsung di lokasi, mulai dari retakan pada beton, balok pengaman (block armor), hingga pohon-pohon penghijauan yang mati.

Proyek dengan anggaran dari Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulteng, Satuan Kerja PJN 2, dan dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT. Bumi Karsa ini dinilai memiliki banyak catatan yang patut diklarifikasi oleh pihak terkait.

Tak hanya itu, hasil pekerjaan rabat beton di sejumlah titik mengalami retakan-retakan memanjang, meskipun proyek tersebut baru selesai pada Desember 2024 lalu.

Proyek A2 Rekonstruksi dan Penanganan Tanggul Jalan Cumi-Cumi (Coast Area) di Kota Palu. Foto/Tim Redaksi

Hal serupa juga ditemukan pada pemasangan balok beton (block armor) dan struktur tanggul.

Retakan memanjang terlihat jelas dan menimbulkan kekhawatiran akan daya tahan konstruksi tersebut terhadap kondisi cuaca ekstrem atau abrasi pantai.

Di sisi lain, beberapa titik drainase juga tidak memiliki penutup dan ditemukan genangan air yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Proyek A2 Rekonstruksi dan Penanganan Tanggul Jalan Cumi-Cumi (Coast Area) di Kota Palu. Foto/Tim Redaksi

Tim wartawan berharap pihak BPJN Sulteng maupun Satker PJN 2 dapat memberikan penjelasan menyeluruh terhadap temuan-temuan tersebut demi transparansi dan akuntabilitas publik.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Dadi Muradi ST MT, selaku Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulteng.

Terkait hasil pekerjaan proyek A2 Rekonstruksi dan Penanganan Tanggul Jalan Cumi-Cumi (Coast Area) Kota Palu.

Anggaran melekat pada Kementerian PUPR, melalui BPJN Provinsi Sulteng, Satuan Kerja (Satker) PJN 2 Sulteng, yang dikerjakan oleh Penyedia Jasa PT. BUMI KARSA sebagai Kontraktor Pelaksana.

Adapun beberapa poin ingin kami diskusikan untuk dipertanyakan sebagai konfirmasi pemberitaan diantaranya :

1. Apakah ada pengadaan pohon pada proyek A2 ini yang ditanam di area RTH (Ruang Terbuka Hijau) sekitar Jalan Cumi-Cumi, banyak pohon ditemukan mati, mohon konfirmasinya?

Proyek A2 Rekonstruksi dan Penanganan Tanggul Jalan Cumi-Cumi (Coast Area) di Kota Palu. Foto/Tim Redaksi

Area RTH ditanami pepohonan sekitar Jalan Cumi-Cumi ini, sekitar puluhan Pohon tampak tidak hidup lagi.

Sehingga biaya pengadaan pohon itu dinilai mubazir, karena diduga tidak dilakukan pemeliharaan.

2. Hasil pekerjaan Rabat Beton di sejumlah titik mengalami kerusakan dengan retakan – retakan memanjang, mohon konfirmasinya?

Proyek A2 Rekonstruksi dan Penanganan Tanggul Jalan Cumi-Cumi (Coast Area) di Kota Palu. Foto/Tim Redaksi

Berdasarkan temuan kami di lokasi pekerjaan tampak kerusakan dengan retakan memanjang pada proyek ini.

Padahal umur proyek baru berkisar 4 bulan dari akhir masa pekerjaan pada bulan Desember 2024 lalu.

Proyek A2 Rekonstruksi dan Penanganan Tanggul Jalan Cumi-Cumi (Coast Area) di Kota Palu. Foto/Tim Redaksi
Proyek A2 Rekonstruksi dan Penanganan Tanggul Jalan Cumi-Cumi (Coast Area) di Kota Palu. Foto/Tim Redaksi

Olehnya kami mempertanyakan metode kerja hasil pekerjaan Rabat Beton diduga asal jadi alias asal-asalan ini, karena mutu kualitas pekerjaan dianggap buruk.

3. Hasil pekerjaan pemasangan Balok Beton (Block Armor) juga disejumlah titik mengalami kerusakan dengan retakan-retakan yang memanjang, mohon konfirmasinya?

Proyek A2 Rekonstruksi dan Penanganan Tanggul Jalan Cumi-Cumi (Coast Area) di Kota Palu. Foto/Tim Redaksi

Dari hasil pemantauan kami tim liputan wartawan Sulteng menemukan sejumlah titik retakan dengan kerusakan serius pada Block Armor itu.

Olehnya, metode kerja pemasangan balok beton ini diduga sangat buruk. Dibuktikan dengan mutu pekerjaan yang tidak baik dengan mudah rusak.

4. Hasil pekerjaan item bangunan Tanggul pada proyek ini juga mengalami retakan memanjang, mohon konfirmasinya?

Proyek A2 Rekonstruksi dan Penanganan Tanggul Jalan Cumi-Cumi (Coast Area) di Kota Palu. Foto/Tim Redaksi

Lagi dan lagi retak, bangunan tanggul badan jalan pada proyek ini juga rusak dengan retakan.

Tidak main-main, pada sejumlah titik retakan pada bangunan tanggul ini memanjang dari bawah bangunan hingga ujung atas bangunan di atas badan jalan.

Kondisi rusak ini menandakan mutu kualitas hasil pekerjaan bangunan tanggul diduga sangat buruk.

Proyek A2 Rekonstruksi dan Penanganan Tanggul Jalan Cumi-Cumi (Coast Area) di Kota Palu. Foto/Tim Redaksi

Begitu juga dengan metode kerjanya yang kuat dugaan masa pekerjaan cuma asal asalan, terbukti dengan hasil pekerjaaan yang amburadul.

5. Sejumlah titik penutup drainase tidak ada, sehingga membahayakan pengguna jalan?

Proyek A2 Rekonstruksi dan Penanganan Tanggul Jalan Cumi-Cumi (Coast Area) di Kota Palu. Foto/Tim Redaksi

Selain itu, fungsi saluran drainase juga kuat dugaan tidak berfungsi maksimal, dimana sejumlah titik ditemukan ada genangan air?

Proyek A2 Rekonstruksi dan Penanganan Tanggul Jalan Cumi-Cumi (Coast Area) di Kota Palu. Foto/Tim Redaksi

6. Masa pemeliharaan pada proyek ini juga ikut disoroti, dimana sejumlah titik rabat beton dan bangunan drainase sudah ditutupi oleh rerumputan/rumput liar, mohon konfirmasinya?

Kepala BPJN Sulteng, Dadi Muradi, kepada wartawan media ini, memberikan tanggapan akan segera meminta PPK dan Kasatker memberikan konfirmasinta.

Proyek A2 Rekonstruksi dan Penanganan Tanggul Jalan Cumi-Cumi (Coast Area) di Kota Palu. Foto/Tim Redaksi

“Baik terimakasih infonya, saya minta ppk dan kasatker konfirmasi ya tks,” demikian tanggapan Kepala BPJN Sulteng, melalui pesan whatsapp, Selasa 6 Mei 2025.

Proyek A2 Rekonstruksi dan Penanganan Tanggul Jalan Cumi-Cumi (Coast Area) di Kota Palu. Foto/Tim Redaksi

Adapun tanggapa dari Kepala BPJN Sulteng, Dadi Muradi, kepada media ini, terkait jawaban pertanyaan FokusRakyat.Net

1. Pertanyaan : Apakah ada pengadaan pohon pada proyek A2 ini yang ditanam di area RTH (Ruang Terbuka Hijau) sekitar Jalan Cumi-Cumi, banyak pohon ditemukan mati, mohon konfirmasinya?

Area RTH ditanami pepohonan sekitar Jalan Cumi-Cumi ini, sekitar puluhan Pohon tampak tidak hidup lagi. Sehingga biaya pengadaan pohon itu dinilai mubazir, karena diduga tidak dilakukan pemeliharaan.

Jawaban :

Benar, ada item penanaman pohon dalam paket pekerjaan A2 yang di tanam di daerah RTH seputaran elevated road.

Beberapa pohon yang sudah mati, wajib diganti/ditumbuhkan kembali dan sudah kami arahkan Penyedia Jasa untuk melaksanakannya.

2. Pertanyaan : Hasil pekerjaan Rabat Beton di sejumlah titik mengalami kerusakan dengan retakan – retakan memanjang, mohon konfirmasinya?

Berdasarkan temuan kami di lokasi pekerjaan tampak kerusakan dengan retakan memanjang pada proyek ini.

Padahal umur proyek baru berkisar 4 bulan dari akhir masa pekerjaan pada bulan Desember 2024 lalu.

Olehnya kami mempertanyakan metode kerja hasil pekerjaan Rabat Beton diduga asal jadi alias asal-asalan ini, karena mutu kualitas pekerjaan dianggap buruk.

Jawaban :

Hasil survei kerusakan dalam masa pemeliharaan telah kami masukan laporan kerusakan termasuk retak pada beton dalam laporan pemeliharaan bulanan, tentunya wajib penyedia jasa untuk memperbaikinya secepatnya dan hasil perbaikan wajib di lampirkan oleh penyedia jasa beserta dokumentasinya.

Terkait kualitas beton pada masa pelaksanaan, dijamin dengan pengambilan dan pengujian sampel beton setiap produksi
beton, yang uji kuat tekannya sesuai yang dipersyaratkan dalam Spesifikasi Umum Binamarga Tahun 2018.

Penyebab Retak Memanjang pada Beton bisa disebabkan beberapa hal yaitu :

a. Penyusutan Beton (Shrinkage Cracks), dimana Beton mengalami penyusutan saat mengeras karena air menguap. Penyusutan yang tidak teratur dapat menyebabkan retak memanjang, terutama pada permukaan beton.

b. Perubahan Suhu (Thermal Cracks), beton memuai saat suhu meningkat dan menyusut saat suhu turun. Perubahan suhu yang drastis dapat menyebabkan tegangan yang melebihi batas beton dan mengakibatkan retak memanjang.

c. Beban Berlebihan, beban yang melebihi kapasitas beton dapat menyebabkan tegangan tarik yang menyebabkan retak memanjang.

d. Pergeseran Tanah, penurunan tanah atau pergeseran tanah dapat menyebabkan struktur beton retak memanjang.

Dari beberapa penyebab beton di atas, yang paling mungkin adalah perubahan suhu dan pergeseran tanah. Paket A2 yang terletak di daerah dekat pusat sesar ‘Palu Koro’, tentunya pergeseran tanah yang sangat kecil pun dapat berdampak pada beton yang kaku.

3. Pertanyaan : Hasil pekerjaan pemasangan Balok Beton (Block Armor) juga disejumlah titik mengalami kerusakan dengan retakan-retakan yang memanjang, mohon konfirmasinya?

Dari hasil pemantauan kami tim liputan wartawan Sulteng menemukan sejumlah titik retakan dengan kerusakan serius pada Block Armor itu. Olehnya, metode kerja pemasangan balok beton ini diduga sangat buruk. Dibuktikan dengan mutu pekerjaan
yang tidak baik dengan mudah rusak.

Jawaban :

Hasil survei kerusakan dalam masa pemeliharaan telah kami masukan laporan kerusakan termasuk retak pada beton Blok Armor dalam laporan pemeliharaan bulanan, tentunya wajib penyedia jasa untuk memperbaikinya secepatnya dan hasil perbaikan wajib di lampirkan oleh penyedia jasa beserta dokumentasinya.

4. Pertanyaan : Hasil pekerjaan item bangunan Tanggul pada proyek ini juga mengalami retakan memanjang, mohon konfirmasinya?
Lagi dan lagi retak, bangunan tanggul badan jalan pada proyek ini juga rusak dengan retakan.

Tidak main-main, pada sejumlah titik retakan pada bangunan tanggul ini memanjang dari bawah bangunan hingga ujung atas bangunan di atas badan jalan.

Kondisi rusak ini menandakan mutu kualitas hasil pekerjaan bangunan tanggul diduga sangat buruk.

Begitu juga dengan metode kerjanya yang kuat dugaan masa pekerjaan cuma asal asalan, terbukti dengan hasil pekerjaaan yang amburadul.

Jawaban :

Pada dinding penahan tanah beton (retaining wall) terdapat dilatasi yang memang fungsinya untuk membuat struktur tidak monolit.

Sehingga apabila kerusakan terjadi pada salah satu segmen, tidak ikut berdampak pada segmen lainnya.

Pergeseran tiap segmen yang kecil dapat menyebabkan keretakan pada posisi dilatasi beton tersebut.

Kerusakan berupa retak ini telah kami survei dan telah kami masukan laporan kerusakan dalam laporan pemeliharaan bulanan, tentunya wajib penyedia jasa untuk menyelidiki kerusakan dan memperbaikinya secepatnya dan hasil perbaikan wajib di lampirkan oleh penyedia jasa beserta dokumentasinya.

5. Pertanyaan : Sejumlah titik penutup drainase tidak ada, sehingga membahayakan pengguna jalan?

Selain itu, fungsi saluran drainase juga kuat dugaan tidak berfungsi maksimal, dimana sejumlah titik ditemukan ada genangan air?

Jawaban :

Pada saat PHO paket A2, semua item pekerjaan telah dipastikan terpasang dengan baik. Adapun kerusakan/kehilangan penutup drainase bisa disebabkan oleh pencurian, dimana dalam banyak kasus di Kota Palu, penutup manhole saluran dihancurkan untuk diambil besinya oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Begitupun aksi vandalisme yang terjadi. Semua hal di atas masuk dalam survei kerusakan pada masa pemeliharaan dalam laporan
pemeliharaan bulanan, tentunya wajib penyedia jasa untuk menyediakan kembali penutup seperti saat PHO setidaknya sebelum FHO dilakukan, dan hasil perbaikan wajib di lampirkan oleh penyedia jasa beserta dokumentasinya.

6. Pertanyaan : Masa pemeliharaan pada proyek ini juga ikut disoroti, dimana sejumlah titik rabat beton dan bangunan drainase sudah ditutupi oleh rerumputan/rumput liar, mohon
konfirmasinya?

Jawaban :
Benar, hal tersebut masuk dalam temuan survei kerusakan pada masa pemeliharaan dalam laporan pemeliharaan bulanan, tentunya wajib penyedia jasa untuk memperbaiki/membersihkan dan hasil perbaikan/pembersihan wajib di lampirkan oleh penyedia jasa beserta dokumentasinya.

HPN HPN HPN HPN HPN HPN
pasang iklan HPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!