KAPOLDA

Diduga Salah Paham, Kasus Penganiayaan di Luwuk Berakhir Damai Berkat Mediasi Bhabinkamtibmas

PENGANIAYAAN
Bhabinkamtibmas Polsek Luwuk, Aipda Rahim Maura, berhasil memediasi kasus dugaan penganiayaan yang berawal dari kesalahpahaman antarwarga di Kelurahan Tanjung Tuwis. FOTO : DOK. HUMAS POLRES BANGGAI/POLDA SULTENG.

Luwuk, FokusRakyat.net – Upaya menjaga kondusifitas dan keharmonisan masyarakat terus diutamakan oleh jajaran kepolisian. Kali ini, Bhabinkamtibmas Polsek Luwuk, Aipda Rahim Maura, berhasil memediasi kasus dugaan penganiayaan yang berawal dari kesalahpahaman antarwarga di Kelurahan Tanjung Tuwis, Jumat (18/7/2025).

Peristiwa bermula ketika seorang pria berinisial AT (27) yang dalam kondisi mabuk akibat pengaruh minuman keras, mendatangi rumah seorang warga berinisial R (25). AT mempertanyakan alasan R membawa sebilah parang kepada orang tuanya. R yang merasa terpojok dan terus didesak oleh pertanyaan berulang-ulang, kemudian memukul AT satu kali di bagian wajah.

Menurut penjelasan Aipda Rahim, insiden ini dipicu oleh kesalahpahaman.

Saat itu, R sebenarnya sedang memperbaiki perahunya dan berusaha meleraikan pertikaian antara orang tua AT dengan warga lain. Namun, situasi justru memanas setelah AT datang dalam kondisi tidak sadar.

BACA JUGA : Dua Nelayan Hanyut di Perairan Tojo Una-Una Ditemukan Selamat oleh Tim Satpolairud

BACA JUGA : Fuad Plered Jalani Sanksi Adat di Kota Palu, Polisi Lakukan Pengamanan Ketat

“Ini murni salah paham. R tidak pernah berniat mengancam, hanya mencoba melerai keributan. Sayangnya, AT yang saat itu dalam pengaruh alkohol salah menafsirkan situasi,” jelas Aipda Rahim.

Dengan menggandeng aparat kelurahan setempat, Aipda Rahim mempertemukan kedua pihak untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Dalam mediasi yang berlangsung hangat, baik AT maupun R sepakat untuk berdamai dan tidak melanjutkan ke proses hukum.

Polri hadir sebagai jembatan perdamaian di tengah masyarakat. Tugas kami bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjaga harmoni dan rasa aman di lingkungan warga,” tegas Aipda Rahim.

BACA JUGA : Bentrokan Warga di Morowali Utara, 8 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

BACA JUGA : Pencurian Sarang Walet di Bambaira, Polisi Bergerak Cepat Respons Laporan Warga

Langkah preventif ini mendapat apresiasi dari warga setempat. Mereka menilai pendekatan humanis yang dilakukan Polsek Luwuk menjadi contoh penyelesaian konflik yang patut ditiru, terlebih di wilayah yang rentan terjadi gesekan akibat salah paham.


HPN HPN HPN HPN HPN HPN
pasang iklan HPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!