Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Mahasiswa Universitas Tadulako. (Foto Dok)
Palu, Fokusrakyat.net – Bertempat di Gedung Aula Lama Fakultas Kedokteran UNTAD Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Tema “Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Mahasiswa Universitas Tadulako” yang dilaksanakan pada pukul 09.00 WITA hingga 13.00 WITA ini, dipimpin oleh Dr. Muthia Aryuni, M.Psi, Psikolog, selaku Ketua Tim Pengabdian, serta didampingi oleh dr. Yuli Fitriana, M.K.M., dan dr. Gabriella Bamba Ratih Lintin, M.Biomed selaku anggota. Dosen yang tergabung dalam tim pengbadian ini merupakan dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh 25 orang mahasiswa perwakilan dari beberapa fakultas yaitu: Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISP), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).
Maraknya kasus pelecehan seksual dilingkungan kampus membuat Dr. Muthia Aryuni., M.Psi, Psikolog dan kawan-kawan tergerak untuk melakukan sebuah kegiatan yang bersifat edukasi kepada mahasiswa terkait dengan pelecehan dan kekerasan di lingkungan kampus.
Menurutnya kegiatan ini dilaksanakan dan dikemas secara menarik dengan berbagai metode penyampaian agar materi yang disampaikan dapat diterima dan dipahami peserta dengan baik.
Sosialisasi dan edukasi pencegahan Kekerasan Seksual pada Mahasiswa Universitas Tadulako bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait dengan kekerasan seksual.
Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut yaitu: 1) Apa yang dimaksud Kekerasan Seksual; 2) Bentuk-bentuk kekerasan seksual berdasarkan PERMENDIKBUDRISTEK RI, No. 30 Tahun 2021 tentang PPKS di Lingkungan PT, Pasal 5 (2) Dampak kekerasan seksual; 3) Tonic Immobility pada korban; 4) FRIES dalam CONSENT terkait dengan tolak ukur sebuah tindakan dapat dikategorikan sebagai kekerasan seksual; dan 5) Mekanisme pelaporan.
Adapun target capaian yang harus terpenuhi dalam kegiatan ini ialah: 1) Mahasiswa memiliki pengetahuan yang tepat terkait dengan kekerasan seksual; 2) Munculnya awareness pada mahasiswa untuk ikut mencegah munculnya kasus kekerasan seksual di kampus; dan 3) Mahasiswa mengetahui mekanisme pelaporan kekerasan seksual di kampusnya, ungkap Dosen Psikologi ini.
Dr. Muthia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini mendukung program MENDIKBUDRISTEK dalam rangka pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi sebagaimana tertuang dalam PERMENDIKBUDRISTEK RI, No. 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.
Dr. Muthia Aryuni, M.Psi, Psikolog, selaku Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Pengabdian pada sosialisasi pencegahan kekerasan seksual terhadap mahasiswa. (Foto Dok)
Hal ini dibuktikan dari hasil survei Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi pada tahun 2020 yaitu kekerasan seksual terjadi di semua jenjang pendidikan dan 27 persen dari aduan terjadi di Universitas. Selanjutnya Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan, sepanjang 2012-2021 terekam 2.247.594 kasus kekerasan terhadap perempuan.
Di dalamnya mencakup kekerasan seksual dengan tren peningkatan setiap tahunnya. Khusus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, merujuk pada data Komnas Perempuan di sepanjang 2015-2021, ada 67 kasus yang masuk. Sebanyak 35 di antaranya terjadi di perguruan tinggi.
Selanjutnya ia juga mengatakan bahwa prevalensi kasus kekerasan dan atau pelecehan seksual di kampus kemungkinan besar sudah banyak terjadi.
Namun beberapa korban mungkin tidak berani melapor atau “speak up” tentang pelecehan yang dialami karena berbagai faktor antara lain; malu, adanya pengancaman, bingung mau melapor kemana dan kepada siapa, bahkan tidak menyadari bahwa perilaku yang mereka alami merupakan bentuk dari kekerasan/pelecehan seksual di kampus.
“Kekerasan seksual dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan korban, baik secara psikis, fisik, sosial, ekonomi dan khususnya pada performansi akademik bagi korban mahasiswa ataupun siswa” ungkapnya kepada sejumlah wartawan. Mahasiswa yang menjadi korban pelecehan seksual tentu saja akan mengalami stress bahkan depresi sehingga menghambat proses perkuliahan”.
“Harapan saya, dengan adanya kegiatan ini setidaknya bisa memberikan manfaat bagi mahasiswa yang hadir, syukur-syukur pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan ini bisa di share kepada teman-teman mahasiswa lainnya. Selain itu semoga kegiatan ini bisa dilaksanakan secara berkala di UNTAD serta menjadi salah satu materi yang bisa disampaikan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun ini dan seterusnya” sehingga dapat menciptakan iklim kampus yang positif, aman dan nyaman serta bebas dari kekerasan.***
PALU – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tonakodi menyoroti tajam persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dan Pertalite serta antrean panjang yang terjadi di…
DONGGALA — Penguatan kelembagaan dan pelayanan keagamaan di Kabupaten Donggala kembali mendapat momentum penting. Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Donggala, Rabu (16/9/2026), dilaksanakan…
PALU – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Sulawesi Tengah didorong tidak sekadar menjadi wadah kegiatan ekonomi masyarakat, tetapi mampu menjadi penggerak potensi lokal sekaligus memperkuat…
Parigi Moutong — Sejumlah karyawan yang bekerja dalam pekerjaan ketenagalistrikan di lingkungan PT PLN mempertanyakan kepastian status hubungan kerja mereka setelah bertahun-tahun menjalani kontrak dengan…
MOROWALI — Suasana meriah dan penuh kehangatan menyelimuti pelataran Alun-Alun Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Morowali, Desa Matansala, Kecamatan Bungku Tengah, Selasa (15/9/2026) malam. Ribuan warga…
PALU — Pembangunan gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulawesi Tengah yang dikerjakan oleh PT Panca Jaya Anugrah dengan nilai kontrak mencapai Rp23 miliar,…
PALU — Menyambut peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang jatuh setiap 22 September, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tengah menggelar kegiatan sosial kemanusiaan…
MOROWALI — Pembangunan dan investasi di daerah harus tetap berjalan, namun tidak boleh sekecil apa pun mengorbankan hak dan kepentingan masyarakat. Prinsip tegas itu kembali…
PARIGI MOUTONG — Musibah kebakaran yang melanda rumah Bapak Sukuna di Dusun II Desa Ogomolos, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong, pada Jumat malam (11/9/2026) lalu…
Palu— Lingkungan kerja yang sehat dan produktif tidak hanya dibangun melalui fasilitas lengkap atau sistem yang tertib, melainkan juga melalui rasa peka yang tumbuh di…
PARIGI MOUTONG — Menanamkan kesadaran dan budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia sekolah menjadi prioritas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Parigi Moutong. Melalui program unggulan…
PALU — Suasana penuh semangat dan kebersamaan menutup rangkaian kegiatan Jalesveva Offroad dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI Angkatan Laut. Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal)…
PALU — Program Beasiswa Berani Cerdas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendapat perhatian dari ekosistem beasiswa nasional. Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., dipercaya…
MEDAN — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Horas Bangso Batak (HBB) akan menyambangi dan meminta arahan serta masukan dari sejumlah tokoh Batak di Sumatera Utara menjelang…
PARIGI MOUTONG — Bayang-bayang pengrusakan hutan dan dugaan praktik kotor di baliknya kian terkuak. Seorang pegawai Dinas Kehutanan yang bertugas di Kecamatan Bolano Lambunu, berinisial…
LANGKAT — Sebanyak 100 pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Langkat menerima paket sembako dari DPC Satgas GRIB Jaya Kabupaten Langkat. Penyaluran bantuan ini menjadi…