PARIGI MOUTONG PENYUMBANG UTAMA BERAS BULOG SULAWESI TENGAH

Pasokan Meningkat, Diharapkan Jadi Contoh Daerah Lain

Palu – Ketahanan pangan di Sulawesi Tengah terus mengalami peningkatan seiring dengan optimalisasi potensi pertanian yang dimiliki daerah-daerah di provinsi ini. Salah satu kabupaten yang memberikan kontribusi paling signifikan dalam penyediaan beras untuk persediaan pangan adalah Kabupaten Parigi Moutong.

Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri Pakke, saat memberikan keterangan kepada wartawan di kantornya, Senin (15/6/2026).

Menurut Jusri Pakke, ketersediaan beras di wilayah Sulawesi Tengah menunjukkan tren kenaikan yang positif. Pada tahun 2025, total pemasukan beras yang diserap Bulog mencapai 8.700 ton, sedangkan untuk tahun 2026 ini angka tersebut sudah meningkat dan mencapai 10.000 ton.

Dari jumlah keseluruhan itu, sekitar 50 persennya berasal dari Kabupaten Parigi Moutong, dengan penyumbang terbesar untuk sulawesi Tengah

“Lima puluh persen pemasukan beras kami berasal dari Parigi Moutong, khususnya di Kecamatan Ampibabo dan Turibulu. Tahun 2025 lalu kami mencatat penyerapan sebesar 8.700 ton, dan untuk tahun 2026 ini angkanya sudah naik menjadi 10.000 ton. Ini membuktikan bahwa potensi pertanian di sana sangat besar, lahannya subur, serta semangat dan kinerja para petani terus meningkat,” jelasnya.

Ia menambahkan, kenaikan jumlah pasokan ini juga didukung oleh pengelolaan hasil panen yang lebih baik, akses distribusi yang lancar, serta adanya dukungan program yang mendukung produktivitas pertanian. Kondisi ini memudahkan Bulog dalam menjalankan tugas menjaga kestabilan harga dan ketersediaan beras bagi masyarakat.

“Dengan stok yang terus bertambah dan terjaga, kami dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya kenaikan harga serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat dan program bantuan pemerintah dapat terpenuhi dengan baik sepanjang waktu,” ujarnya.

Melihat capaian yang membanggakan ini, Jusri Pakke menyampaikan harapan agar kabupaten dan kota lain di Sulawesi Tengah dapat meneladani keberhasilan yang telah dicapai Parigi Moutong.

“Saya berharap kabupaten lain juga mengikuti langkah yang telah ditempuh oleh Kabupaten Parigi Moutong. Jika setiap daerah mampu mengoptimalkan potensi lahannya masing-masing, maka ketahanan pangan Sulawesi Tengah akan semakin kokoh dan kita tidak perlu bergantung pada pasokan beras dari luar provinsi,” tegasnya.

Ia meyakini, dengan sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan Bulog, Sulawesi Tengah dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan kemandiriannya dalam penyediaan pangan pokok bagi seluruh warganya.

pasang iklan
error: Content is protected !!