Parimo – Sikap saling menghargai, menerima, dan menghormati perbedaan keyakinan beragama merupakan bentuk aktualisasi nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.
Dalam menerapkan nilai-nilai pancasila tentunya kita harus mengimplementasikan di kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat.
Seperti yang terjadi pada Pemerintah desa (Pemdes) Bugis Utara, kecamatan Mepanga, kabupaten Parigi Moutong, yang baru-baru ini 27/12/2024.
Memperlihatkan sikap bineka tunggal ika/toleransi antar umat beragama pada kegiatan peletakan batu pertama pembangunan gereja bethel indonesia (GBI).
Kegiatan yang hadiri perwakilan kecamatan bapak Jamaludin, sarton kepala desa Bugis Utara beserta seluruh aparat, imam mesjid bugis utara, perwakilan pemangku agama hindu, budha, tokoh masyarakat, LPM, dan perwakali tni, polri.
Dalam kegiatan tersebut turutserta dalam peletakan batu pertama, sarton kepala desa bugis utara, imam mesjid desa bugis utara selaku perwakilan Muslim,pemangku adat, dan perwakilan danramil yang di wakili sertu sarifudin yang juga menjabat sebagai Babinsa di salah satu desa kecamatan mepang.
FENCE. HENDRIK. TOBANGA, S.Th, M. Pd.
Selaku Pendeta GBI yang juga menjabat sebagai sekretaris desa bugis utara saat di temui awak media ini di kediamannya pada 23/01/2025 beliau mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan semu sektor yang hadir pada kegiatan tersebut.
“Saya sangat berterima kasihlah kepada seluruh sektor yang hadir dalam kegiatan peletakan batu pertama pada pembangunan gedung gereja Bethel Indonesia (GBI) yang di laksanakan di desa bugis Utara pekan kemarin.
“Sebelumnya dalam melaksanakan pembangunan kita sudah mengantongi rekomendasi pembangunan dari pemerintah Desa dan badan pengawas desa (BPD) kami juga telah mendapatkan bentuk dukungan tanda tangan dari masyarakat desa hampir 80 orang yang beragama agama muslim.
“dengan adanya dukungan rekomendasi pembangunan gereja dari pemerintah desa dan hampir 80 tanda tangan dari masyarakat yang beragama muslim maka dua persyaratan yang di cantumkan dalam surat keputusan menteri sudah terpenuhi dalam proses pembangunan gereja Bethel Indonesia (GBI)
Lanjut beliau menambahkan bahwa sebelum terealisasinya seluruh kegiatan tersebut saya sebagai pendeta dan Jamaat saya yang beranggotakan 120 orang telah menyatakan pindah organisasi dan sekarang kami telah resmi menjadi anggota gereja bethel Indonesia (GBI) dan kami berinama gereja yang dalam proses pembangunan ini dengan nama gereja bethel Indonesia Jamaat betani bugis utara .
“Tentunya dalam proses pembangunan ini menjadi salah satu bentuk perjuangan kami dimana semua tergantung kepada sumber anggaran yang ada, ketika sumber anggaran terpenuhi otomatis pembangunan gereja ini akan cepat terselesaikan tergantung pada rezki yang ada.
“Yang jelas niat baik kami Saya sebagai pendeta tentunya menginginkan fasilitas rumah ibadah yang layak dan pelayanan rohani yang cukup untuk jamaat saya.”pungkasnya.































