Toli-Toli – Pertambangan Ilegal Masih Saja Terus Menjamur di beberapa daerah di Sulawesi Tengah, masi hangat pada beberapa waktu kemarin tim gakum amankan tiga yunit alat berat di desa taopa kecamatan, moutong kabupaten parigi moutong.
Kali ini ada yang lebih menarik lagi,melalui upaya investigasi awak media ini menghimpun informasi dari beberapa sumber dan langsung terhubung ke salah satu aparat desa labonu kecamatan basidondo kabupaten Toli-Toli.
awak media ini menghubungi salah satu oknum aparat desa labonu melalui via whatsapp, dengan metode pendekatan oknum aparat desa labonu dengan gamblang mengakui bahwa ia terlibat dalam menjalankan oprasi di pegunungan labonu,ia juga mengungkapkan selain alat berat berupa Eksa dan dompeng banyak masyarakat yang ikut mendulang secara manual.

Dok:Ist
Selain itu Ia juga menambahkan kalau masalah keamanan ada juga bos yang bernama Ansar selain pemodal ia juga bos besar di wilayah tersebut ia juga bertanggung jawab dalam masalah keamanan dalam kelancarkan proses penambangan tersebut, akan tetapi sudah tiga hari belum beroperasi karena selain adanya info yang masuk dan kebetulan alat berat juga sedang rusak Silahkan bapak komunikasi dengan yang bersangkutan karena dia yang lebih paham hal hal tersebut.ungkapnya sembari mengirimkan nomor kontak Ansar.
“Jarak lokasi dari jalan raya tersebut kira- kira 10 kiloan dan bisa di lalui akses kendaraan roda dua, saya juga untuk sekarang masi dalam masa kehabisan amunisi untuk mengolah , nanti kalau ada amunisi baru lanjut kembali,
Selain itu di hari yang sama pada saaat di konfirmasi awak media ini melalui via whatsapp Ansar juga mengakui bahwa ia telah dihubungi oknum aparat desa labunu tersebut terkait pesan yang di sampaikan .
“Ia memang benar apa yang di katakan oknum aparat desa tersebut, saya rasa semua sudah di jelaskan oleh aparat desa labonu sama bapak jadi saya fikir semua sudah jelas . Tutup nya dengan irit bicara.
Dari sikap jentelmen yang di terangkan di atas nampaknya kedua pengusaha tambang tersebut bukan kaleng kaleng, terlihat dari apa yang di sampaikan, tentunya baik masyarakat jahat maya ketika membaca apa yang diterangkan di atas tentunya akan berfikir bahwa siapa orang yang ada di belakang para oknum pelaku peti tersebut.
Nampaknya apa yang terjadi di pegunungan labonu perlu dilirik APH kususnya gakum, apakah tindakan yang terjadi di kecamatan moutong beberapa hari kemari bisa terjadi di kabupaten toli-toli khususnya di daerah tambang ilegal (PETI) di pegunungan labonu.
tentunya sikap APH khususnya gakum akan menjadi penantian dan akan kita lihat bersama bagai mana respon kedepanya.


































