KAPOLDA

Lapas Kolonodale Terima Wakaf 100 Al-Quran untuk Pembinaan Warga Binaan

Lapas Kolonodale
Foto : Lapas Kolonodale Terima Wakaf 100 Al-Quran untuk Pembinaan Warga Binaan. (Marson)

Kolonodale – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kolonodale menerima bantuan wakaf berupa 100 buah Al-Quran dari Kantor Urusan Agama (KUA) Petasia pada Rabu (16/10/2024).

Bantuan ini diserahkan oleh Ketua Badan Wakaf Al-Quran KUA Petasia, Mursalim, kepada Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Kolonodale, Asis Hi Bahar, sebagai bagian dari upaya mendukung program pembinaan kepribadian berbasis agama Islam bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Al-Quran tersebut kemudian diserahkan langsung oleh Kalapas Kolonodale, Arifin Akhmad, kepada Pengurus Masjid At-Taubah yang berada di dalam lapas, untuk digunakan sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan diri para WBP.

“Bantuan ini akan ditempatkan di Masjid At-Taubah agar WBP bisa memanfaatkannya untuk memperdalam kajian ilmu agama,” kata Arifin Akhmad.

Kalapas Kolonodale juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada KUA Petasia atas bantuan yang sangat bermanfaat bagi pembinaan spiritual para warga binaan.

Baca juga : Anwar-Reny Tegaskan Komitmen Pengelolaan Tambang Berkelanjutan dalam Debat Pilgub Sulteng 2024

Ia menekankan bahwa Al-Quran ini akan menjadi salah satu elemen penting dalam memperkuat program keagamaan di Lapas Kolonodale.

Ketua Badan Wakaf Al-Quran KUA Petasia, Mursalim, menegaskan bahwa KUA Petasia akan terus mendukung program pembinaan keagamaan di Lapas Kolonodale.

Tidak hanya melalui bantuan Al-Quran dan Iqro, tetapi juga dengan menyediakan tenaga penceramah yang akan membantu dalam proses pembelajaran agama Islam di dalam lapas.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Tengah, Hermansyah Siregar, turut memberikan apresiasi atas kerja sama ini.

Baca juga : Ibu Rumah Tangga Nekat Gantung Diri Usai Cekcok dengan Suami

“Ini adalah bentuk sinergi nyata antara Lapas Kolonodale dan KUA Petasia. Lapas tidak bisa menjalankan pembinaan keagamaan dengan baik tanpa bantuan dari KUA atau Kemenag Morowali Utara,” ujarnya.

Setelah diserahkan, Al-Quran tersebut diinventarisasi dan ditempatkan di Masjid At-Taubah, di mana WBP dapat menggunakannya untuk memperdalam pengetahuan agama sebagai bagian dari proses rehabilitasi dan pembinaan spiritual.

HPN HPN HPN HPN HPN HPN
pasang iklan HPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!