KAPOLDA

Emosi Memuncak Saat Apel Pagi, Sekuriti Tikam Rekan Kerja hingga Tewas 

EMOSI
Pada jam 09.58 WITA, pelaku berhasil ditangkap dan diamankan bersama barang bukti sebilah badik di Desa Kajulangko. Pelaku ditangkap saat sedang bersembunyi di rumah keluarganya. FOTO; DOK. TIM HUMAS.

TOUNA – Tragedi berdarah mengguncang kawasan wisata Pakang Beach, Desa Sabo, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Sabtu (7/3/2026) pagi.

Insiden memilukan ini dipicu oleh emosi yang memuncak saat apel pagi, hingga berujung pada aksi penikaman yang menewaskan seorang karyawan perempuan.

Korban diketahui bernama Rindi Antika, yang tewas setelah ditikam secara brutal oleh rekan kerjanya sendiri berinisial NYT, yang bertugas sebagai petugas keamanan (sekuriti) di kawasan wisata tersebut.

Kapolres Tojo Una-Una, AKBP Yanna Djayawidya, SIK, MH, melalui Kasi Humas Iptu Martono, menjelaskan bahwa peristiwa tragis tersebut bermula dari perselisihan saat apel pergantian sif pagi sekitar pukul 08.30 WITA.

Menurut keterangan polisi, pelaku yang memimpin apel merasa kesal karena korban dianggap tidak serius mengikuti kegiatan dan terus bermain ponsel saat instruksi diberikan.

“Pelaku menegur korban yang merupakan karyawan Pakang Beach karena sering bermain HP dan tidak serius saat apel,” ujar Iptu Martono dalam keterangan resminya.

Situasi kemudian memanas ketika korban mencoba meninggalkan lokasi tanpa izin.

Saat itu korban sudah berada di atas sepeda motor dan sempat membantah teguran pelaku hingga terjadi adu mulut.

Diduga tak mampu mengendalikan emosinya, pelaku kemudian mencabut sebilah badik dari pinggang kirinya dan langsung menyerang korban.

“Pelaku yang sudah emosi kemudian mencabut badik dan menikam korban ke arah perut hingga jatuh. Setelah itu pelaku kembali menikam korban secara berulang kali,” jelas Martono.

Akibat serangan brutal tersebut, korban mengalami sedikitnya delapan luka tusukan di berbagai bagian tubuh.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Ampana Tete untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Usai melakukan aksinya, pelaku sempat melarikan diri dan bersembunyi. Namun pelariannya tidak berlangsung lama.

Tim kepolisian berhasil melacak keberadaan pelaku dan menangkapnya sekitar pukul 09.58 WITA di Desa Kajulangko.

Pelaku diamankan saat bersembunyi di rumah keluarganya bersama barang bukti sebilah badik.

“Pelaku berhasil ditangkap bersama barang bukti badik yang digunakan untuk menikam korban,” tutup Kasi Humas.

Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Tojo Una-Una untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polisi juga masih melakukan pendalaman terkait motif dan kronologi lengkap peristiwa yang dipicu oleh emosi tersebut. (LAPORAN; SUHIRMAN)

HPN HPN HPN HPN HPN HPN
pasang iklan HPN
error: Content is protected !!