Cederai Dunia Pendidikan, IPNU-IPPNU Tanjungbalai Kecam Keras Dugaan Kekerasan Seksual pada Murid

TANJUNG BALAI – Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Tanjungbalai mengecam keras dugaan tindak kekerasan seksual terhadap seorang siswa Sekolah Dasar yang diduga melibatkan oknum guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu satuan pendidikan setempat, Kamis (23/7/2026).

Dunia pendidikan seharusnya menjadi ruang paling aman bagi anak untuk belajar, tumbuh, dan mengembangkan potensi secara utuh. Dugaan peristiwa ini dinilai telah mengguncang rasa keadilan masyarakat sekaligus mencederai kepercayaan publik terhadap lingkungan sekolah. Jika terbukti secara sah menurut hukum, perbuatan tersebut merupakan kejahatan serius yang tidak memiliki ruang untuk dimaafkan.

Ketua PC IPNU Kota Tanjungbalai, Rian Saputra, menegaskan penegakan hukum harus berjalan profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.

“Kami mendesak Kapolres Tanjungbalai beserta jajaran mengusut tuntas perkara ini secara cepat, profesional, transparan dan tanpa pandang bulu. Tidak boleh ada perlakuan istimewa bagi siapa pun. Hukum harus ditegakkan demi keadilan bagi korban, keluarga dan masyarakat luas,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta Pemerintah Kota Tanjungbalai dan Dinas Pendidikan menunjukkan keberpihakan nyata kepada korban.

“Hari Anak Nasional tidak boleh sekadar seremoni tahunan. Pemerintah harus hadir saat anak menjadi korban, dengan menjamin perlindungan, pendampingan psikologis, serta pemulihan yang layak bagi korban,” tambahnya.

IPNU-IPPNU juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan mekanisme perlindungan anak di lingkungan pendidikan, guna mencegah kasus serupa terulang di masa depan. Di sisi lain, organisasi ini mengajak seluruh elemen masyarakat mengawal proses hukum secara objektif, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah hingga putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap diterbitkan.

Bagi IPNU-IPPNU Kota Tanjungbalai, peringatan Hari Anak Nasional harus menjadi momen mempertegas komitmen bersama: keselamatan dan masa depan anak adalah prioritas utama, yang diwujudkan lewat penegakan hukum tegas, perlindungan menyeluruh, dan keberanian melawan segala bentuk kekerasan terhadap anak.

pasang iklan
error: Content is protected !!