FOKUS RAKYAT — Masalah kesehatan paru-paru kini menjadi ancaman serius bagi perempuan perkotaan. Dokter paru senior Rumah Sakit Amrita, Faridabad, India, dr. Sourabh Pahuja, mengungkapkan bahwa semakin banyak perempuan di wilayah perkotaan mengalami gangguan pernapasan yang kerap luput dari perhatian.
“Perempuan perkotaan saat ini melaporkan tingkat batuk kronis yang lebih tinggi, sesak napas yang tidak dapat dijelaskan, infeksi dada berulang, hingga tanda-tanda awal penyakit paru obstruktif kronis (PPOK),” ujar dr. Sourabh Pahuja, dikutip dari Hindustan Times.
Menurutnya, polusi udara memang masih menjadi faktor utama yang mengancam kesehatan paru.
Namun, terdapat risiko lain yang justru tersembunyi di dalam rumah dan sering diabaikan oleh perempuan dalam aktivitas sehari-hari.
“Meskipun polusi udara tetap menjadi ancaman yang diketahui, yang sering terabaikan adalah berbagai kebiasaan rumah tangga yang perlahan menggerogoti kesehatan paru-paru jauh sebelum gejala serius muncul,” jelasnya, sebagaimana dilansir dari Antaranews dan dikutip Tribratanews, Selasa (16/12/2025).
Dr. Pahuja memaparkan sejumlah pemicu gangguan pernapasan yang umum dialami perempuan, di antaranya ventilasi rumah yang buruk, penggunaan berlebihan pembersih kimia seperti pemutih dan cairan semprot, serta paparan zat kimia dosis rendah yang terakumulasi dalam jangka panjang.
Selain itu, aerosol seperti deodoran semprot, pengharum ruangan, dan obat nyamuk semprot turut melepaskan partikel halus yang mudah terhirup dan masuk ke paru-paru.
Penggunaan pendingin ruangan (AC) secara berlebihan juga dapat memperburuk kondisi saluran pernapasan karena menyebabkan kekeringan, sehingga paru-paru menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan alergen.
Kondisi tersebut kerap diperparah oleh pola hidup tidak aktif, terutama pada perempuan yang menjalani rutinitas bekerja dari rumah.
BACA JUGA; Diduga Libatkan Dosen, LBH Sulteng Ungkap Kasus Penipuan hingga Kriminalisasi UU ITE
Belum lagi paparan asap kendaraan bermotor saat beraktivitas di luar ruangan, serta kebiasaan mengobati sendiri batuk dan pilek tanpa memeriksakan sesak napas ke tenaga medis.
“Menunda perawatan medis dan mengabaikan gejala awal bisa menyebabkan penyakit berkembang menjadi kronis,” tegasnya.
Para ahli mengimbau agar perempuan lebih waspada terhadap kesehatan paru-paru dengan menjaga sirkulasi udara di rumah, mengurangi penggunaan bahan kimia, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gangguan pernapasan.
Kesadaran sejak dini dinilai penting untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih serius di masa depan.

































