Donggala, Fokusrakyat.net — Kontraktor pelaksana paket peningkatan kapasitas jalan kabupaten di desa Siboang – Dusun Maros, dalam hal ini CV. Afda Konstruksi, diduga sengaja menghindari wartawan saat dikonfirmasi terkait sejumlah kerusakan dan dugaan pengurangan volume pada pekerjaan tersebut.
Faktanya, Rudy Chandra, yang dikabarkan sebagai penyedia jasa kontraktor pada paket pekerjaan jalan Siboang itu ketika dikonfirmasi kerusakan dan dugaan pengurangan volume tetapi enggan menanggapinya.
Bahkan, ko Rudy sapaanya, merupakan kontraktor bonafit dan tersohor di Palu itu, diduga memblokir nomor kontak dari redaksi media Fokusrakyat.net saat dihubungi melalui pesan WhatsAppnya ditandai pesan dengan centang satu saja.
Adapun ingin dipertanyakan soal pekerjaan konstruksi Peningkatan Kapasitas Jalan Kabupaten Siboang – Dusun Maros, anggaran melekat pada Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala, melalui Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, menggunakan Tahun Anggaran APBD 2022, dengan Nilai Pagu Paket Rp10 Miliar, yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. AFDA KONSTRUKSI beralamat Palu Sulawesi Tengah.

Diantaranya item pekerjaan saluran drainase :
1. Lantai saluran berlubang dan terkelupas
Berdasarkan hasil investigasi di lokasi, belum lama ini, kami menemukan kondisi lantai saluran sudah berlubang, dan sebagian beton bangunan lantai saluran itu terkelupas, padahal umur proyek masih baru seumur jagung yang belum lama rampung.
Olehnya itu, kami mempertanyakan mutu kualitas pekerjaan dari proyek tersebut, menggunakan mutu beton berapa dan dimana pengambilan materialnya, mohon konfirmasnya?
2. Lantai saluran diduga tidak menggunakan batu kosong dan lantai dasar
Kemudian lebih fatal lagi, lantai saluran yang berlubang yang kami temukan itu sesuai fakta di lokasi bahwa diduga tidak menggunakan batu kosong di bawahnya dan bahkan juga diduga lantai saluran tersebut tidak menggunakan lantai dasar, mohon konfirmasinya?
Baca juga : Tidur yang Cukup Rahasia Kunci Kesehatan, Begini Info Selengkapnya
Simak vidoe ini terkait kondisi pekerjaan :
Terkait hal ini, sejumlah wartawan saat di lokasi mengecek lantai saluran yang berlubang itu hingga kedalaman 15 cm, ternyata tidak ditemukan adanya batu kosong yang dipasang sebelum mengecor beton lantai saluran tersebut.
Baca juga : PSM Makassar Raih Kemenangan Gemilang 4-2 Melawan Persib Bandung
Simak video ini terkait kondisi pekerjaan :
Sehingga diduga kuat adanya pengurangan volume pada pekerjaan proyek ini yang akan mempengaruhi kelebihan pembayaran dari kekurangan volume pekerjaan tersebut.
Lantai saluran yang berlubang mengalami kerusakan itu kemudian digali oleh wartawan hanya menunjukkan tanah dari bawah dasar bangunan dan tidak ditemukan adanya lantai dari dari bangunan tersebut.
Ketebalan dari lantai saluran juga ikut dipertanyakan karena diduga tipis ketebalan diduga tidak mencapai 10 cm.

Selain itu, saluran drainase juga ditemukan dinding tembok bagian dalam tidak ditimbun sehingga dinilai mempengaruhi kekuatan bangunan, apalagi dinding tembok itu juga tidak diplester bagian dalamnya, mohon konfirmasi apakah penimbunan dinding tidak dialokasikan di dalam RAB?
Terakhir, saluran drainase tidak berfungsi karena ditutupi oleh rumput liar, sehingga diduga pada proyek ini tidak dilakukan pemeliharaan?
3. Pekerjaan Talud
Item Talud roboh mengalami kerusakan saat di lokasi Desa Siboang, kami menemukan bangunan Talud itu mengalami kerusakan dengan roboh, diduga kuat mutu kualitas pekerjaan pada proyek ini diragukan, mohon konfirmasinya?
Beton bangunan pekerjaan talud ditemukan sangat mudah campuran semen lepas dari batu kosong yang dipasang pada bangunan talud tersebut. Sehingga batu dan campuran beton berhamburan di lokasi sehingga diduga proyek ini mengalami gagal konstriksi.
Mengingat masa pemeliharaan akan segera berakhir, maka menjadi pintu masuk Aparat Penegak Hukum (APH) dari Pidsus Kejati Sulteng dan Ditkrimsus Polda Sulteng melakukan penyelidikan.
Selain itu, bangunan talud juga ditemukan sudah terkelupas sepanjang badan jalan menandakan mutu kualitas bangunan diragukan kualitasnya.
Kemudian, bangunan talud juga ditemukan bagian bawahnya berongga cukup dalam, karena diduga sebelum pemasangan batu kosong dimana bagian bawahnya tidak menggunakan lantai dasar sehingga dengan mudah berongga.
Patut diduga untuk pekerjaan talud ini dikerjakan dengan asal kerja karena dikerjakan tidak berdasarkan dengan gambar kerja proyek tersebut.
Akan tetapi, redaksi media ini tidak dapat memperoleh tanggapan dari pihak penjedia jasa kontraktor tersebut dikarenakan nomor kontak telah diblokir.

Menanggapi hal ini, Habib Sadiq, SH. MH, selaku pembina LSM LS-ADI (Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia), kepada media ini mengatakan sangat menyayangkan pihak kontraktor sebagai penyedia jasa yang tidak transparan ke publik terkait kondisi pekerjaan jalan Siboang tersebut.
“Kenapa mesti diblokir nomor wartawan ketika ditanya soal pekerjaan ini, kami sangat menyayangkan hal ini, seharusnya kontraktor merespon positif karena teman media membantu pengawasan pekerjaan di lapangan,” ungkap Habib Sadiq, Sabtu kemarin, 22 Juli 2023.
Sementara itu, Anjas, selaku kabid Bina Marga, Dinas PUPR Donggala, kepada media ini mengatakan bahwa kerusakan itu telah selesai diperbaiki.
“Komiu cek nanti disana,” ungkap kabid Bina Marga, belum lama ini.
Kemudian, ketika dikonfirmasi soal apakah benar pihak kontraktor baru dibayarkan 80 persen?
“iya, sisanya kita bayar di perubahan,” ungkap Anjas lagi.
Menurutnya, nanti ia akan memberikan penjelasan biar penjelasan itu tidak terpenggal -penggal.
Diberitakan sebelumnya, Pihak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Koalisi Rakyat Anti Korupsi (Krak) Provinsi Sulteng, meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun melakukan pemeriksaan terharap proyek peningkatan kapasitas jalan Desa Siboang – Dusun Maros.
Pasalnya, kuat dugaan pada proyek ini adanya pengurangan volume pada item pekerjaan saluran drainase, dimana pada struktur bangunan lantai saluran diduga tidak menggunakan batu kosong.
Sehingga pada proyek tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (Spek) dan juga diduga tidak sesuai dengan gambar kerja.
Untuk diketahui, proyek ini melekat pada satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Donggala telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 Miliar dari Tahun Anggaran APBD 2022, dan proyek ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. AFDA KONSTRUKSI yang berbasis di Palu.
Koordinator Krak Sulteng, Harsono Bereki. SSos, kepada media Fokusrakyat.net, Kamis, 13 Juli 2023, mengatakan tidak main-main meminta Aparat Penegak Hukum (APH) baik dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng melalui Bidang Pidana Khusus (Pidsus), maupun Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng melalui Direktorat Kriminal Khusus, untuk turun memeriksa proyek pengkatan kapasitas jalan Desa Siboang tersebut.
Harsono mengatakan, jika perlu pihaknya dari Krak Sulteng bersedia memberikan sejumlah informasi penting terkait proyek tersebut, dan siap bersinergi bersama APH demi mewujudkan kualitas pembangunan daerah ini.
“Wajar dong kami terus menelusuri proyek yang menggunakan uang negara yang notabene bersumber dari pungutan pajak, makanya jangan alergi dikritik proyeknya, karena proyek ini ada uang kami disitu bos,” tegas Harsono, pria dengan ciri khas berjenggot panjang tersebut.
Dia mengatakan, pada proyek ini sejumlah titik ditemukan lantai saluran drainase sudah bocor, anehnya lagi pas digali-gali hingga kedalaman 15 centimeter ternyata tidak ada batu kosong didalamnya.
“Ada video kok, jika berkenan akan kami koordinasikan ke pihak APH nanti,” ungkapnya.
Selain itu, Harsono juga mengatakan sangat menyayangkan tim PHO dari Dinas PUPR Donggala yang terkesan dengan sengaja meloloskan proyek tersebut, padahal proyek ini sangat diragukan mutu kualitasnya.
“Dinas PUPR Donggala juga mesti bertanggungjawab dong, kenapa bisa lantai saluran diduga tidak menggunakan batu kosong,” ungkapnya lagi.
Menurutnya, pihaknya Krak Sulteng saat ini menunggu masa pemeliharaan berakhir di penghujung bulan Juli 2023 ini, karena kontraktor pelaksana masih diberikan tenggang waktu melakukan sejumlah perbaikan. Akan tetapi, dugaan pengurangan volume itu beda bos, karena menyangkut soal mutu pekerjaan yang diduga kuta tidak sesuai dengan Spek.
Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Donggala, secara tegas meminta pihak kontraktor pelaksana untuk segera melakukan perbaikan ruas peningkatan kapasitas jalan yang terletak Desa Siboang – Dusun Maros.
Mengingat, proyek jalan dengan anggaran sebesar Rp10 Miliar dari Tahun Anggaran APBD 2022 itu, akan berakhir masa pemeliharaan terhitung pada akhir bulan Juli 2023 ini.
Sementara jika pekerjaan masih mengalami kerusakan di sejumlah titik akan menjadi atensi aparat penegak hukum (APH) untuk melakukan penyelidikan terkait mutu kualitas pekerjaan tersebut.***































