KAPOLDA

Kolaborasi Serius, Kabupaten Donggala Targetkan Bebas Stunting untuk Masa Depan Indonesia Emas 2045

Kabupaten Donggala Targetkan Bebas Stunting untuk Masa Depan Indonesia Emas 2045. (DOK)

Donggala – Persoalan stunting di Kabupaten Donggala menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah, terutama terkait visinya menuju generasi Indonesia Emas 2045.

Asisten Daerah Satu Kabupaten Donggala, Muhammad Yusuf, menyatakan bahwa stunting kini menjadi tantangan nasional yang memerlukan solusi kolektif dari pemerintah dan masyarakat.

“Stunting bukan hanya masalah daerah, tetapi persoalan nasional. Ini penting bagi persiapan Indonesia menuju 2045,” ujar Yusuf usai menghadiri Diseminasi Audit Stunting di Donggala, Kamis (16/8/2024).

Ia mengingatkan bahwa stunting memiliki dampak besar pada kemampuan berpikir generasi mendatang, yang berpotensi mempengaruhi kemajuan negara.

Yusuf menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Donggala telah menjalankan diseminasi dan audit kasus stunting untuk menganalisis penyebab stunting secara menyeluruh.

Tujuannya, agar upaya penanggulangan dapat dilakukan secara terfokus dan tepat sasaran.

“Kita harus menyatukan pola pikir, kerja, dan hidup untuk bersama-sama menurunkan angka stunting, bahkan jika memungkinkan, menjadikannya nol di Kabupaten Donggala,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa penanganan stunting tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga masyarakat.

Pemerintah bertanggung jawab menyediakan pelayanan dan dukungan kesehatan, sementara masyarakat berperan dalam menjaga keluarganya tetap sehat dan bebas stunting.

Menurutnya, edukasi pola makan sehat, sanitasi, dan pencegahan pernikahan dini menjadi bagian penting dalam upaya ini.

Selain kemiskinan dan gizi, Yusuf menyoroti berbagai faktor penyebab stunting yang sering terabaikan, seperti akses air bersih, sanitasi yang memadai, dan kesehatan mental ibu selama kehamilan.

“Stunting bisa muncul bukan hanya dari gizi buruk, tapi juga dari sanitasi yang tidak benar, air tercemar, atau masalah psikologis ibu yang terganggu karena kekerasan dalam rumah tangga,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi yang kuat, Yusuf mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung upaya menurunkan angka stunting di Donggala demi masa depan generasi yang lebih baik.

“Mari kita bekerja sama, agar Donggala bebas stunting. Ini demi masa depan yang cerah bagi anak-anak kita dan untuk mewujudkan Donggala yang sehat, kuat, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.”

HPN HPN HPN HPN HPN HPN
pasang iklan HPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!