PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menerima kunjungan silaturahmi Komandan Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makassar, Kolonel Pnb Vincentius Endy Hary Putra, beserta rombongan di ruang kerjanya, Senin (29 Juni 2026).
Dalam pertemuan tersebut, Danlanud Sultan Hasanuddin menyampaikan salam hormat dari Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Tonny Harjono serta Panglima Komando Operasi Udara. Ia menjelaskan bahwa wilayah pengawasan Lanud Sultan Hasanuddin meliputi Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat, dengan keberadaan satuan pendukung di Palu dan Mamuju.
Kolonel Vincentius menegaskan tekad Angkatan Udara untuk senantiasa bersatu dan bekerja sama dengan pemerintah daerah, terutama dalam penanganan keadaan darurat dan kejadian bencana alam. Pihaknya menyatakan kesiapan penuh memberikan dukungan berupa peralatan dan sarana penerbangan, termasuk pesawat angkut Hercules, helikopter, serta armada lain yang berpusat di Makassar.
“Kami siap hadir dan membantu kapan saja diperlukan, terlebih saat terjadi keadaan darurat. Komunikasi yang terjalin baik dengan pemerintah daerah menjadi kunci utama agar bantuan dapat bergerak cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Selain hal tersebut, pembahasan utama dalam pertemuan menyentuh rencana pengembangan Detasemen Angkatan Udara yang ada di Palu menjadi Pangkalan Udara yang berdiri sendiri. Dijelaskan bahwa Markas Besar Angkatan Udara telah berulang kali meninjau rencana ini dan berharap dukungan nyata dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya dalam penyediaan lahan yang diperlukan.
“Untuk tahap awal operasional diperkirakan memerlukan luas sekitar lima hektare, namun agar pengembangannya berjalan sepenuhnya dan berfungsi maksimal, kebutuhan lahan secara keseluruhan mencapai sekitar 24 hektare,” terangnya.
Pembangunan pangkalan udara ini dinilai sangat penting guna memperkokoh sistem pertahanan dan keamanan wilayah, sekaligus mendukung kelancaran kegiatan di Bandara Mutiara SIS Al‑Jufrie—termasuk rencana pembukaan jalur penerbangan antarbangsa—serta menjamin keamanan kawasan pembangunan industri yang strategis di wilayah Sulawesi Tengah.
Gubernur Anwar Hafid menyambut gembira rencana tersebut dan menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung langkah strategis Angkatan Udara. Ia menilai keberadaan pangkalan udara di Palu akan membawa dampak besar, terutama dalam mempercepat penyaluran bantuan saat musibah terjadi serta memperkuat jaminan keamanan wilayah.
“Kehadiran pangkalan udara di Palu sangat kami harapkan dan kami butuhkan, terlebih karena Sulawesi Tengah merupakan wilayah yang terus berkembang pesat dan memiliki kedudukan strategis, baik dalam hal pembangunan industri maupun keterhubungan udara ke mancanegara,” ungkap Gubernur.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat kerja sama, dengan harapan hubungan kemitraan antara Angkatan Udara dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah semakin kokoh demi mendukung kemajuan serta keamanan seluruh wilayah.
