PARIGI MOUTONG — Demi menjaga kesiapan mental dan stabilitas psikologis setiap anggota, Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sulawesi Tengah melalui Bagian Psikologi melaksanakan pemeriksaan psikologi senjata api (senpi) dinas, konseling berkala, serta tindak lanjut Profile Klinis Psikologi (PKP) bagi personel Polres Parigi Moutong. Kegiatan berlangsung di Gedung Pesat Gatra Polres Parigi Moutong, Rabu (12/8/2026).
Sebanyak 86 personel mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Rinciannya, 70 personel menjalani pemeriksaan kesehatan jiwa guna memantau kondisi psikologis secara menyeluruh, sedangkan 16 personel lainnya yang memegang senjata api dinas menjalani pemeriksaan psikologi khusus sebagai syarat dan pemantauan kelaikan penggunaan senjata.
Tim pelaksana dari Bagian Psikologi Biro SDM Polda Sulteng dipimpin langsung oleh Kabag Psikologi Biro SDM Polda Sulteng, Kompol Akhmad Kunaefi Muarif, M.Psi., Psikolog, beserta jajarannya. Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipimpin Kabag SDM Polres Parigi Moutong, Kompol I Gusti Nyoman Suarta, kemudian dilanjutkan dengan arahan serta penyampaian materi dari Kabag Psikologi kepada seluruh personel yang hadir.
Dalam arahannya, Kompol Akhmad Kunaefi Muarif menekankan bahwa aspek psikologis merupakan salah satu pilar utama yang menentukan kesiapan personel dalam menjalankan tugas kepolisian secara optimal. Kestabilan emosi dan kesehatan mental menjadi dasar agar setiap keputusan yang diambil tetap akurat, terukur, dan tidak membahayakan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
“Penguatan psikologis dilakukan untuk menjaga kesehatan mental personel agar dapat melaksanakan tugas dengan baik. Kondisi jiwa yang sehat sangat menentukan kinerja, ketenangan bertindak, serta kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, terutama saat berada di bawah tekanan lapangan,” ungkapnya.
Selain pemeriksaan psikologi bagi pemegang senpi dinas, kegiatan juga mencakup konseling berkala serta tindak lanjut pelaksanaan Profile Klinis Psikologi. Seluruh rangkaian ini merupakan bagian dari pemantauan kondisi psikologis personel secara berkelanjutan, guna memastikan setiap anggota tetap dalam kondisi prima, terbebas dari tekanan berlebih, dan siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Pemeriksaan senjata api dinas sendiri dilakukan secara teliti dan objektif, mengingat senjata merupakan alat kekuasaan yang berat tanggung jawabnya. Oleh karena itu, kestabilan psikologis pemegangnya menjadi syarat mutlak agar senjata tidak disalahgunakan atau menimbulkan risiko yang tidak diinginkan.
Melalui kegiatan ini, Biro SDM Polda Sulteng berharap pembinaan psikologi dapat terus dilakukan secara berkala dan menyeluruh. Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata perhatian pimpinan terhadap kesejahteraan batin dan kesiapan mental personel, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjalankan tugas kepolisian secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.
