Palu – Debat kandidat Pilgub Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk periode 2024-2029 menuai perdebatan, bukan hanya soal visi dan misi, tetapi juga terkait lokasi penyelenggaraannya.
Paslon nomor urut 2, Dr. Anwar Hafid, M.Si dan dr. Reny A Lamadjido, M.Kes, menegaskan bahwa mereka tidak mempermasalahkan lokasi debat, baik di Palu maupun Jakarta.
Menurut Anwar Hafid, inti dari debat bukanlah lokasinya, tetapi penyebarluasan visi dan misi kepada masyarakat melalui siaran televisi.
“Dimanapun debatnya digelar, yang terpenting adalah visi dan misi paslon bisa ditonton pemirsa melalui televisi. Apalagi debat ini terbatas antara paslon dan panelis, bukan debat terbuka yang melibatkan ribuan masyarakat,” ujar Anwar Hafid, Senin (14/10/2024), melalui telepon.
Anwar Hafid juga menyoroti biaya yang harus dikeluarkan oleh tim paslon untuk debat di Jakarta, namun ia menilai biaya penyelenggaraan di Jakarta lebih murah dibandingkan jika debat harus diadakan di Palu, karena peralatan televisi sudah tersedia di Jakarta.
Baca juga : Timnas Indonesia Tantang China di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Waktunya Bangkit!
Baca juga : Rumah yang Dijauhi Malaikat Rahmat: Hadits Rasulullah Mengungkap Sebabnya
Namun, berbeda pandangan dengan Anwar Hafid, calon gubernur nomor urut 1, Ahmad Ali, menyuarakan protesnya terhadap pelaksanaan debat yang akan digelar di Jakarta.
Menurutnya, debat seharusnya diadakan di Sulawesi Tengah agar masyarakat Sulteng bisa hadir dan mengikuti langsung.
“Debat ini bukan untuk stasiun TV, tapi untuk warga Sulteng. Seharusnya masyarakat dapat datang dan menyaksikan langsung perdebatan para kandidat,” tegas Ahmad Ali.
Ahmad Ali mengungkapkan bahwa debat kandidat sangat penting bagi masyarakat yang belum menentukan pilihan, agar mereka bisa mempertimbangkan visi dan misi para kandidat sebelum memilih pada Pilgub 27 November 2024.
Protes terhadap lokasi debat di Jakarta juga datang dari Ketua Bawaslu Sulteng, Nasrun, SH.
Ia menekankan bahwa debat publik sebaiknya diadakan di wilayah provinsi atau kabupaten/kota masing-masing.
Selain itu, Riwin Najamuddin, Ketua LS-ADI, juga mengkritik keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulteng yang memilih Jakarta sebagai lokasi debat.
Debat Pilgub Sulteng ini dijadwalkan disiarkan oleh TVRI dan beberapa stasiun televisi nasional lainnya pada 16 Oktober 2024.
Meski protes terkait lokasi terus bergulir, fokus utama tetap pada visi dan misi para kandidat untuk menentukan arah pembangunan Sulawesi Tengah di masa depan.































