KAPOLDA
Daerah  

Tragedi di Jalan Trans Sulawesi: Lengah Sejenak, Nyawa Melayang di Batui

BATUI
Hasil olah TKP menunjukkan adanya jejak gesekan sepanjang hampir 10 meter, menandakan benturan terjadi dengan kecepatan tinggi. FOTO/DOK. HUMAS POLRES BANGGAI.
HPN

Batui, Fokus Rakyat — Pagi itu, Kamis 16 Oktober 2025, suasana di Dusun Noge, Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, masih lengang.

Warga baru memulai aktivitas. Namun dalam hitungan detik, ketenangan berubah menjadi kepanikan.

HPN HPN

Suara benturan keras dari arah Jalan Trans Sulawesi membuyarkan rutinitas warga.

Dua sepeda motor bertabrakan hebat, satu pengendara tewas di tempat, dua lainnya luka berat.

BACA JUGA : Jejak Panjang Curanmor di Kota Palu: Resmob Tadulako Ungkap Jaringan 11 TKP

Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan maut di wilayah hukum Polres Banggai, dan membuka kembali pertanyaan lama: mengapa jalan yang lurus justru sering mematikan?


Detik-Detik Kecelakaan di Noge

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan Kapolsek Batui IPTU Rudi Dg. Sumbung, kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 Wita.

Dua kendaraan yang terlibat sama-sama tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), indikasi kelalaian yang sayangnya masih kerap ditemukan di wilayah pedesaan.

Pengendara Honda Vario tanpa plat nomor diketahui berinisial IM (46), warga setempat.

Sementara dari arah berlawanan, datang Yamaha Jupiter Z1 juga tanpa plat, dikendarai oleh AF (15) yang berboncengan dengan RA (16), dua pelajar SMA asal Desa Masing.

Menurut keterangan polisi, Jupiter Z1 awalnya melaju dari arah Toili menuju Batui.

Namun sesampainya di TKP, pengendara remaja itu berubah arah ke kanan jalan secara mendadak.

Dari belakang, IM dengan Honda Vario melaju cukup kencang dan tak sempat mengerem. Benturan keras pun tak terhindarkan.

BACA JUGA : Warga Sibualong Datangi Kantor Bupati Donggala, Bupati: Kades Sibualong Diberhentikan Sementara

“Akibat jarak yang sudah dekat, tabrakan tak dapat dielakkan. Kedua pengendara terpental hingga terseret beberapa meter,” ungkap IPTU Rudi Dg. Sumbung.

Hasil olah TKP menunjukkan adanya jejak gesekan sepanjang hampir 10 meter, menandakan benturan terjadi dengan kecepatan tinggi.


Satu Nyawa Melayang, Dua Remaja Luka Serius

Benturan tersebut menyebabkan IM mengalami luka parah di bagian wajah.

Ia mengeluarkan darah dari mulut dan hidung dan meninggal dunia di tempat kejadian sebelum sempat mendapat pertolongan medis.

Sementara itu, AF mengalami luka berat — lebam di mata kiri, lecet di tangan kanan dan kaki kiri. Rekannya, RA, menderita luka di pipi, bibir robek, dan kaki terkilir.

Keduanya langsung dievakuasi warga ke puskesmas terdekat sebelum dibawa ke RSUD Luwuk untuk penanganan lebih lanjut.

Polisi memastikan tidak ada tanda-tanda pengaruh alkohol atau narkoba, namun faktor kelalaian dan kecepatan menjadi penyebab utama.


Fenomena Jalan Lurus yang Mematikan

Investigasi tim lapangan Fokus Rakyat menemukan bahwa ruas Jalan Trans Sulawesi di Desa Nonong memang kerap menjadi lokasi kecelakaan.

Warga sekitar menyebutkan, dalam tiga bulan terakhir sudah empat kali terjadi insiden serupa, sebagian besar melibatkan pengendara tanpa TNKB dan tanpa helm.

Menurut keterangan warga, jalan di kawasan tersebut lurus dan halus, tetapi minim rambu serta tidak ada marka jalan yang jelas.

Banyak pengendara, terutama pelajar, melaju dengan kecepatan tinggi tanpa memerhatikan arus dari arah berlawanan.

“Sudah sering kami dengar motor jatuh di sini. Karena jalan lurus, orang suka ngebut. Tidak ada polisi tidur atau rambu, jadi banyak yang lengah,” ujar Ardi, warga setempat yang turut menolong korban pagi itu.


Tanggung Jawab Bersama: Polisi dan Kesadaran Warga

Kapolsek Batui IPTU Rudi Dg. Sumbung menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.

Ia menegaskan bahwa kedisiplinan berlalu lintas harus dimulai dari diri sendiri, terlebih bagi para orang tua yang mengizinkan anak di bawah umur membawa kendaraan bermotor.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan tidak mengabaikan keselamatan. Gunakan helm, pasang plat kendaraan, dan hindari anak-anak di bawah umur mengendarai motor,” tegas Kapolsek.

Ia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satlantas Polres Banggai untuk meningkatkan patroli dan meninjau kembali titik-titik rawan kecelakaan di wilayah Batui dan Toili.


HPN HPN HPN
pasang iklan HPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!