BANGGAI – Insiden pertikaian antar siswa kembali terjadi, kali ini melibatkan pelajar SMPN 1 Kintom, Kabupaten Banggai. Peristiwa yang bermula dari saling berebut toilet ini memanas hingga berujung pada ajakan bertemu setelah jam pulang sekolah. Namun berkat respons cepat aparat dan pihak sekolah, konflik tersebut berhasil diredam melalui mediasi.
Mediasi dilaksanakan pada Kamis (31/7/2025) di ruang guru SMPN 1 Kintom. Hadir dalam kegiatan tersebut Bhabinkamtibmas Polsek Kintom Aipda Samsidar Silo, Kepala Sekolah, Guru Bimbingan Konseling (BK), serta kedua kelompok siswa yang sempat bertikai.
Aipda Samsidar mengungkapkan bahwa insiden terjadi pada Rabu (30/7) siang, saat kedua kelompok pelajar saling dorong di depan kamar mandi sekolah.
BACA JUGA : Musyawarah Wisata Desa Kalukunangka, Sinergi Menuju Destinasi Unggulan Pasangkayu
BACA JUGA : Eks Inspektur Inspektorat Donggala Dieksekusi ke Lapas, Terbukti Korupsi Alat TTG
Ketegangan berlanjut dengan kesepakatan diam-diam untuk bertemu usai jam sekolah. Namun sebelum situasi memburuk, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pendekatan preventif.
“Kami fasilitasi pertemuan secara kekeluargaan agar siswa menyelesaikan masalah tanpa kekerasan. Kedua belah pihak telah sepakat berdamai tanpa tekanan dari siapa pun,” ujar Aipda Samsidar.
Dalam suasana mediasi yang berlangsung hangat, kedua pihak menyampaikan permintaan maaf dan berjanji tidak akan mengulangi kejadian serupa.
BACA JUGA : Edarkan 101 Gram Sabu, Dua Pria di Poso Terancam Hukuman Mati
BACA JUGA : Kasus Perselingkuhan di Luwuk, Berakhir Damai Lewat Mediasi Bhabinkamtibmas
Mereka juga sepakat untuk menjaga nama baik sekolah serta membangun hubungan yang lebih positif di lingkungan belajar.
Langkah mediasi ini diapresiasi oleh pihak sekolah sebagai bentuk sinergi antara aparat kepolisian dan institusi pendidikan dalam menjaga iklim pembelajaran yang kondusif.
“Insiden kecil bisa berdampak besar jika tidak segera ditangani. Kami bersyukur aparat bertindak cepat, ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” ucap Kepala Sekolah.
Kasus siswa SMP bertikai ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi, pengawasan, dan penanaman nilai kedisiplinan sejak dini. Dengan pendekatan yang humanis dan edukatif, masalah yang berpotensi menjadi konflik berkepanjangan dapat diselesaikan secara damai dan mendidik.































