Pasangkayu – Dalam upaya mewujudkan Sulawesi Barat Digital yang aman, inklusif, dan memberdayakan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sulawesi Barat, menggelar kegiatan Sekolah Internet Komunitas Informasi Masyarakat (Santer KIM).
Acara ini berlangsung di Aula Hotel Tri Sakti, Pasangkayu, dengan menghadirkan berbagai narasumber dan peserta lintas kabupaten.
Kegiatan ini merupakan inisiatif yang difasilitasi oleh Diskominfo Kabupaten Pasangkayu dan mendapat dukungan penuh dari anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Dr. Hj. Suraidah Suhardi Duka, M.M.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang IKP Diskominfo Sulawesi Barat, Dian Afrianty S. Ki., M.Si., menegaskan bahwa ini adalah pertama kalinya kegiatan Sekolah Internet digelar di Kabupaten Pasangkayu dengan skala lintas kabupaten di Sulawesi Barat.

Tantangan Digital dan Hoaks
Dalam pemaparannya, para narasumber menyoroti tantangan era digital, terutama dalam menghadapi informasi yang semakin cepat dan tidak selalu akurat.
Salahuddin, S.Sos., M.M., yang juga merupakan Pandu Digital Sulawesi Barat, menegaskan bahwa teknologi internet memiliki dampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan.
“Digitalitas bisa menjadi candu. Jika rokok merenggut paru-paru kita, maka internet dan teknologi digitalnya bisa merenggut jiwa kita jika tidak digunakan dengan bijak. Ini bisa merusak tatanan sosial, politik, hukum, ekonomi, budaya, bahkan agama,” ujar Salahuddin.
Ancaman lain yang dibahas dalam Sekolah Internet ini adalah penyebaran hoaks yang kerap terjadi di media sosial dan aplikasi perpesanan.
Narasumber menekankan pentingnya literasi digital untuk mencegah penyebaran informasi palsu yang sering kali diterima begitu saja tanpa verifikasi.
Keamanan Digital dan Transformasi Diri
Selain membahas ancaman digital, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya keamanan digital.
Para peserta diberikan pemahaman mengenai perlindungan data pribadi, rekam jejak digital, serta cara mengamankan perangkat komunikasi agar tidak rentan terhadap kejahatan siber.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kabid Sarana Komunikasi dan Desiminasi Kominfo Pers Makmur, tokoh masyarakat, perwakilan dari OPD, Pramuka, tokoh agama, serta peserta dari berbagai kalangan.
Desa Malei turut menjadi sorotan dalam acara ini sebagai wakil Kabupaten Pasangkayu dalam program Desa Anti Korupsi.
Melalui Sekolah Internet ini, diharapkan masyarakat semakin bijak dalam memanfaatkan teknologi digital serta mampu menghadapi tantangan era digital dengan lebih cerdas dan aman.































