KAPOLDA
Berita  

Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Laboratorium FK Untad, Kerugian Negara Capai Rp3 Miliar!

untad
Foto : Fakultas Kedokteran Untad Palu. (IST)

Palu – Kasus dugaan korupsi dalam pengadaan alat laboratorium di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Tadulako (Untad) kembali mencuat setelah penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah menerima hasil perhitungan kerugian negara (PKN) oleh Auditor Publik.

Hasil tersebut menunjukkan kerugian negara mencapai Rp3.094.344.295 dalam proyek pengadaan alat laboratorium Tahun Anggaran 2022.

Proyek yang awalnya dianggarkan sebesar Rp13,05 miliar ini dimenangkan oleh CV. SBA melalui proses tender pada Juni 2022 dengan nilai penawaran Rp12,45 miliar.

Namun, hingga September 2022, CV. SBA belum memasok satu pun dari 74 item peralatan yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Saat dilakukan pengecekan terhadap harga katalog barang yang sesuai spesifikasi, ditemukan bahwa total biaya sebenarnya hanya sekitar Rp5,4 miliar.

Hal ini mengungkap adanya dugaan mark-up harga sebesar Rp7,04 miliar, yang menjadi modus operandi utama dalam kasus ini.

Mark-up ini mencakup penggelembungan harga pada spesifikasi alat, merek, dan model, serta tambahan biaya overhead sebesar 15%, biaya pengiriman 5%, dan PPN 11%.

Praktik ini menimbulkan kecurigaan penyidik terhadap adanya permainan dalam proses pengadaan alat.

Kasus ini telah masuk dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Kejati Sulawesi Tengah, dengan fokus pada penelusuran lebih rinci terkait kejanggalan dalam pengadaan dan dugaan keterlibatan pihak-pihak yang terlibat dalam proyek ini.

Penegakan hukum diharapkan mampu memulihkan kerugian negara dan mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus korupsi ini.

“Hasilnya PKNnya baru saja keluar dengan nilai kerugian keuangan negara Rp3.094.344.295,”tulis Kasipenkum Kejati Sulteng Laode Abdul Sofian kepada wartawan, dikutip dari Media Alkhairaat.id, Jumat pagi.

Berdasarkan data diperoleh Media Alkhairaat, diduga telah terjadi tindak pidana korupsi dalam pengadaan alat laboratorium di FK Untad Tahun Anggaran 2022 dengan beberapa modus.

Pada Tahun 2022, Dekan FK Untad mengajukan surat permohonan pengadaan alat laboratorium pendidikan kepada Rektor Untad dengan melampirkan daftar kebutuhan sebanyak 105 peralatan.

Kemudian diumumkanlah proses tender pada 2 Juni 2022 dengan dengan total pagu sebesar Rp13.050.298.000.

Dari 74 alat yang terdapat dalam RAB itu, termasuk di dalamnya biaya overhead 15 persen, biaya pengiriman 5 persen dan PPN 11 persen sehingga total 31 persen dengan menyebutkan spesifikasi alat, merek, dan model.

Proses tender dimenangkan oleh CV. SBA dengan nilai penawaran sebesar Rp12.453.547.500.

Namun dalam perjalanannya, diduga terdapat beberapa kejanggalan, antara lain, CV. SBA belum memasukkan satu pun barang sampai September 2022.

Pada saat dilakukan pengecekan harga katalog terhadap 74 item alat sesuai dengan spesifikasinya, total keseluruhan dana dikeluarkan hanya sebesar Rp5.404.803.979.

Berdasarkan kalkulasi tersebut, maka ditemukanlah dugaan mark up atau penggelembungan harga sebesar Rp7.048.743.521.

HPN HPN HPN HPN HPN HPN
pasang iklan HPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!