KAPOLDA
Berita  

Sekretaris PAN Donggala Diberhentikan, Ahmad Rasyid: “Saya Hormati Keputusan, Tapi Prosesnya Tak Sesuai Mekanisme”

PAN
FOTO : Sekretaris DPD PAN Donggala, Ahmad Rasyid, resmi diberhentikan dari jabatannya. (DOK)

Donggala – Sekretaris DPD PAN Donggala, Ahmad Rasyid, resmi diberhentikan dari jabatannya.

Menyusul perbedaan pendapat terkait penetapan calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung PAN pada Pilkada Donggala 2024.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Ahmad Rasyid melalui sambungan telepon pada Jumat lalu.

Ahmad Rasyid, yang dikenal sebagai sosok ramah, mengungkapkan bahwa pemberhentiannya tidak melalui mekanisme partai yang semestinya.

“Saya menghormati keputusan DPP PAN yang mengeluarkan SK pemberhentian kepada saya pada Kamis, 29 Agustus,” ungkapnya.

Namun, ia menyesalkan bahwa proses pemberhentian tersebut tidak sesuai dengan aturan yang berlaku di internal partai.

Dalam penjelasannya, Ahmad Rasyid menyoroti bahwa dalam politik, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, terutama dalam menentukan calon yang akan diusung.

“Seharusnya pemberhentian dilakukan jika ada kesalahan, didahului dengan surat peringatan, dan kemudian dirapatkan dengan undangan yang jelas. Proses pemberhentian saya tidak menghormati mekanisme partai, oleh karena itu saya berhak untuk menyampaikan keberatan melalui Mahkamah Partai,” tegasnya.

Ahmad juga menyampaikan kekesalannya karena merasa tidak dihargai sebagai kader PAN.

Ia mengindikasikan adanya spekulasi bahwa pengurus DPD dan Ketua DPW PAN sengaja menggantinya sebagai sekretaris tanpa perlindungan yang adil dari DPW PAN.

“Saya bahkan baru tahu dari berita bahwa saya telah digantikan oleh Hi Kasim,” tambahnya.

Ketika ditanya tentang sumber konflik internal yang memicu pemberhentiannya, Ahmad menjelaskan bahwa perdebatan terkait penetapan calon bupati menjadi pemicunya.

Ahmad menyebutkan bahwa nama Widya dianggap tidak memiliki peluang besar, sehingga ia bersama DPC PAN mencari alternatif lain yang dianggap lebih berpotensi.

Namun, dinamika politik terus berlanjut ketika Akris Fatah, yang diusulkan sebagai calon bupati, menolak untuk dipasangkan dengan Widya setelah melihat hasil survei yang tidak menguntungkan.

Konflik ini semakin rumit dengan munculnya nama Dr. Rahmad yang justru mendapat rekomendasi dari DPP PAN, bukan Widya.

Ahmad Rasyid juga mengungkapkan bahwa keputusan final penetapan Widya sebagai calon bupati dan Arwin sebagai wakil bupati dilakukan tanpa melibatkannya, menandakan bahwa ia sudah tidak diikutsertakan dalam proses tersebut.

Di akhir pernyataannya, Ahmad Rasyid menerima pemberhentian tersebut dengan lapang dada, meski menegaskan bahwa selama kepemimpinan DPW PAN masih dipegang oleh RDP dan Yahya, ia merasa harus meninggalkan PAN.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para wartawan yang telah meliput berita PAN selama ini, yang turut meningkatkan rating PAN Donggala.

HPN HPN HPN HPN HPN HPN
pasang iklan HPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!