FOKUSRAKYAT.NET, PASANGKAYU – Pasca diguyur hujan deras, jembatan penghubung antara Dusun Waisuba dan Desa Ngovi, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, mengalami kerusakan parah.
Jembatan yang menjadi akses vital warga untuk mengangkut hasil kebun seperti sawit, jagung, dan kopi itu nyaris tak bisa dilalui.
Menanggapi hal ini, Bhabinkamtibmas Polsek Pasangkayu, Polres Pasangkayu, Polda Sulbar, Bripka Gerson Tolan, langsung turun tangan.
Bersama warga, ia menginisiasi kerja bakti memperbaiki jembatan tersebut, Jumat (20/6/2025).
“Setelah jembatan rusak dan lapuk, masyarakat sulit membawa hasil kebun mereka ke desa. Bahkan saat hujan deras, mereka terpaksa membatalkan aktivitas di kebun karena sungai meluap dan tak bisa diseberangi,” ujar Bripka Gerson.
BACA JUGA : Tragis! Warga Koromatantu Tewas Ditikam Usai Cekcok Saat Pesta Miras
BACA JUGA : Warga Tipo Akhirnya Tenang, Gubernur Sulteng Tutup Permanen Tambang Bermasalah
Kegiatan gotong royong ini difokuskan pada penggantian kayu lantai jembatan yang telah rusak dan membahayakan pengguna. Tindakan ini diambil untuk mencegah risiko jatuhnya korban saat melintas.
“Ini adalah bentuk pelayanan kami kepada masyarakat. Kami ingin memastikan akses ke kebun tetap aman dan nyaman, karena jembatan ini adalah satu-satunya jalur utama bagi warga,” tambah Bripka Gerson.
BACA JUGA : Mayat Tinggal Tulang Belulang Gegerkan Warga Poso, Diduga Pekebun Hilang Sejak Mei
BACA JUGA : Diduga Kumpul Kebo di Bangunan Tua, Delapan Remaja Diamankan Polisi
Aksi cepat polisi ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Salah satunya datang dari Joshua, warga Dusun Waisuba, yang mengungkapkan rasa terima kasihnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian, khususnya Polsek Pasangkayu yang begitu peduli dengan fasilitas umum. Namun kami juga berharap agar pemerintah dapat segera merenovasi jembatan ini secara permanen,” ungkapnya penuh harap.
BACA JUGA : Heboh Dugaan Bakso Daging Tikus, Hasil Pemeriksaan: Negatif, Hanya Kulit Sapi Berbulu
Kondisi jembatan yang menjadi urat nadi transportasi hasil tani ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap infrastruktur pedesaan. Tanpa jembatan ini, roda ekonomi warga setempat bisa lumpuh.
