Labuan Bajo, Fokusrakyat.net – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima delegasi dari ASEAN Ministerial Meeting On Transnational Crime (AMMTC) ke-17 dengan penuh kehangatan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam acara yang penuh keramahan, para delegasi diajak menikmati keindahan matahari terbenam (sunset) sambil menikmati Sunset Cruise dan minuman selamat datang.
Acara jamuan yang menggabungkan pesona alam Labuan Bajo dengan keramahan Kapolri ini dilakukan di atas Kapal Pinisi Lako Sae.
Delegasi dan Kapolri menikmati pemandangan pulau-pulau yang cantik, termasuk pulau bidadari, sembari memasuki waktu senja yang indah.
Kegiatan ini menjadi puncak setelah Kapolri dan delegasi menghadiri rangkaian acara sebelumnya, termasuk penampilan Drum Corps Akpol, kolone senapan, dan karnaval pada hari Minggu (20/8/2023).
Setelah menikmati acara tersebut, rombongan langsung beralih ke kapal kecil untuk melanjutkan perjalanan menuju Kapal Pinisi Lako Sae.
Baca juga ; Sosialisasi Mekanisme Penertiban Izin Perkawinan dan Perceraian, ASN Pemprov Sulteng Perlu Ketahui
Baca juga : Meningkatkan Kebugaran Tubuh Dapat Menurunkan Risiko 10 Jenis Kanker
Baca juga : LPNRI dan Lembaga Adat Tadulolako Sulteng Gelar Silaturahmi dalam Rangka Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-78
Kedatangan para delegasi di Kapal Pinisi disambut dengan hangat oleh Kapolri dan Welcome Cocktail yang telah dipersiapkan. Di tengah suasana yang santai, mereka menikmati matahari terbenam di Labuan Bajo sambil merasakan alunan musik dari alat musik tradisional Sasando.
Kapolri dan para delegasi terpesona oleh keindahan alam Labuan Bajo, yang merupakan salah satu surganya alam di Indonesia. Dalam konteks ini, Kapolri menekankan bahwa AMMTC ke-17 yang berlangsung di Labuan Bajo akan menghasilkan deklarasi bersejarah.
Sigit menjelaskan bahwa keistimewaan deklarasi ini datang dari lokasi pelaksanaannya, yaitu Labuan Bajo, yang terkenal sebagai destinasi unggulan di Indonesia. Deklarasi ini tidak hanya memperkuat kerjasama di bidang transnational crime antar-negara ASEAN, tetapi juga menjadi langkah mempromosikan pesona Indonesia di kancah internasional.
“Saya kira kerjasama yang akan kita rumuskan nanti akan menjadi deklarasi yang bersejarah, terutama karena kita membuatnya di Labuan Bajo, salah satu tempat wisata super prioritas saat ini,” ujar Sigit dengan antusias.
Lebih lanjut, Kapolri menyatakan bahwa AMMTC ini adalah bentuk kelanjutan semangat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang baru-baru ini dilaksanakan di Labuan Bajo.
Ia juga menjelaskan bahwa acara ini adalah hasil dari kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang menjadi Ketua KTT ASEAN dan juga Ketua AMMTC.
Dalam konteks penegakan hukum, Kapolri menyatakan bahwa AMMTC ini memiliki peran penting dalam memperkuat kerjasama antar-negara ASEAN dalam penanganan kejahatan lintas batas.
Hal ini sejalan dengan perhatian Presiden Joko Widodo terhadap kasus transnational crime, khususnya tindak pidana pencucian uang (TPPO).
“Beberapa waktu lalu, Pak Presiden mengangkat isu TPPO dan kami telah mengambil tindakan penegakan hukum yang beragam. Hingga saat ini, telah ada hampir 900 tersangka yang berhasil kami amankan,” ungkap Sigit.
Dengan harapan akan deklarasi bersejarah dan semangat kerjasama yang ditekankan oleh Kapolri, AMMTC ke-17 di Labuan Bajo menjadi tonggak penting dalam upaya menangani kejahatan lintas batas di kawasan ASEAN.***































