Berita  

Isram Said Lolo Ketua LSM Format : Dosa Besar Bupati Ketika Janji 100 Hari Kerja Tidak Terealisasi

LSM
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Format, Isram Said Lolo (ISL) yang sekaligus ketua DPW peknas provinsi Sulawesi Tengah angkat bicara di hadapan publik. FOTO : DOK. SUHIRMAN/REDAKSI

Parimo – Bupati terpilih Parigi Moutong H.Erwin Burase, dan Wakilnya, H. Abdul Sahid sebelumnya pernah berikrar 12 program strategis di hadapan masyarakat pada masa kampanye sebelum ia terpilih.

Berikut 12 daftar aitem program strategis bupati terpilih :

1. Distribusi tabung LPG 3 kg gratis kepada masyarakat yang kurang mampu.

2. Program Berkah Mingguan di pasar-pasar tradisional.

3. Pemberian seragam sekolah baru gratis untuk siswa SD dan SMP.

4. Pelayanan kesehatan gratis dan ambulans rujukan tanpa biaya.

5. Penataan kota bersih dan tata kelola persampahan yang terintegrasi.

6. Penanganan illegal logging, illegal mining, dan illegal fishing.

7. Penataan kantor layanan publik dan digitalisasi administrasi ASN.

8. Pelayanan administrasi kependudukan di tingkat kecamatan.

9. Penertiban hewan ternak liar.

10. Pengusulan pengangkatan P3K dengan kontrak lima tahun.

11. Pembukaan lapangan kerja baru.

12. Optimalisasi pengelolaan TPA/TPS.

Janjji 100 hari kerja pada masa kepemimpinannya perlahan mulai di ragukan publik. Dari 12 program strategis yang sering ia ikrarkan di hadapan masyarakat itu hawanya belum sepenuhnya tercium dan berdampak nyata dilapangan.

Hal itu membuat Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Format, Isram Said Lolo (ISL) yang sekaligus ketua DPW peknas provinsi Sulawesi Tengah angkat bicara di hadapan publik.

Melalui awak media ini 24 Agustus 2025 ia berkomentar pedas.

ISL mengatakan bahwa Sejak awal kepemimpinan bupati yang baru terpilih ini dia ia terus memantau realisasi program 100 hari kerja yang di janjikan oleh pemerintahan baru Kabupaten Parimo, menurutnya barometer seorang pemimpin di ukur dari sikap konsisten dalam merealisasikan apa yang menjadi janji pada saat masa kampanyenya.

“Ketika pemimpin daerah tidak bisa merealisasikan apa yang menjadi janjinya, itu adalah dosa besar yang harus ia pertanggung jawabkan di hadapan masyarakat Parigi moutong kalau dalam hal itu saja ia gagal jangan bermimpi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang lain.

“Jangan sampai anggaran daerah yang membiayai kampanye hingga dua kali kemarin itu terbuang sia-sia. Artinya dalam hal ini pemimpin yang baru harus menciptakan pemasukan untuk daerah ini lebih dari anggaran yang terbuang kemarin ia harus melunasi biaya yang di keluarkan oleh daerah ini.

“Dari 12 item yang ia janjikan kemarin di antaranya seperti pembgian seragam geratis untuk siswa SD dan SMP di Parimo dan itu belum keseluruhan dapat, selain itu ada juga program gas LPG 3 KG geratis untuk masyarakat yang tidak mampu yang bahkan sampai sekarang belum ada saya dengar kabarnya.

Lanjut ISL menegaskan jangan sungkan untuk meminta maaf kepada masyarakat ketika apa yang menjadi janji politik itu tidak terpenuhi,agar masyarakat paham apa yang menjadi kendalanya sehingga itu bukan menjadi dosa politik dalam pemerintahan yang baru.

“Akan tetapi saya berharap bupati dan wakil bupati mampu memanfaatkan waktu yang tersisa untuk menuntaskan janji kampanyenya, karena besar harapan saya sosok Erwin dan Sahid sukses membawa perubahan nyata yang dirasakan masyarakat kabupaten Parigi Moutong,” terangnya.

“Jujur saya sampaikan bahwa kritik yang saya utarakan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pemerintah Erwin dan Sahid serta sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat,” ungkapnya.


 

pasang iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!