DEPOK – Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia bekerja sama dengan Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia, Urban Spiritual Indonesia, dan Komunitas Makara menyelenggarakan kegiatan malam renungan. Acara ini menjadi wujud kepedulian sekaligus keprihatinan atas maraknya penyalahgunaan narkotika yang telah menelan banyak korban jiwa dan menimbulkan dampak sosial yang luas di tengah masyarakat.
Kegiatan yang diberi nama Majelis Nyala Purnama #13 berlangsung secara sederhana namun sarat makna di Selasar Gedung Makara Art Center Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (30/6/2026). Menjadi ruang perenungan bersama, kegiatan ini memadukan pendekatan budaya, kerohanian, dan nilai kemanusiaan melalui orasi budaya, diskusi, pertunjukan musik dan tari, pembacaan puisi, hingga meditasi bersama.
Deputi Pencegahan BNN RI, M. Zainul Muttaqien, menyampaikan apresiasi atas kerja sama berbagai pihak dalam menyelenggarakan kegiatan bertema “Membangun Strategi Preventif dalam Membentuk Kesadaran Budaya Bersih Narkoba”. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, tokoh kebudayaan, komunitas, dan masyarakat luas adalah kekuatan besar untuk menumbuhkan kesadaran peduli, sikap saling menjaga, serta menempatkan nilai kemanusiaan sebagai landasan utama pencegahan narkotika.
“Malam ini bukan sekadar seremonial belaka. Malam ini adalah ruang hening bagi kita semua untuk berhenti sejenak dari kesibukan, menundukkan kepala, mengetuk hati nurani, dan merenungkan betapa besar dampak buruk penyalahgunaan narkotika bagi kehidupan manusia,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sesi diskusi yang menghadirkan Deputi Rehabilitasi BNN RI dr. Bina Ampera Bukit bersama pakar kriminologi sekaligus Anggota Kelompok Ahli BNN Prof. Drs. Adrianus Meliala, disampaikan bahwa keluarga adalah fondasi paling utama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika, terlebih di tengah ancaman kejahatan narkotika yang kian kompleks dan mengkhawatirkan.
Rangkaian acara ditutup dengan meditasi bersama dalam suasana tenang dan penuh perenungan. Momen ini menjadi tekad bersama untuk menjaga generasi muda dari bahaya narkotika, serta menumbuhkan harapan akan Indonesia yang lebih sehat dan bersih dari narkoba.
(Sumber: Biro Humas dan Protokol BNN RI)
(Editor : Suhirman S.Pd)





















