FOKUSRAKYAT.NET — Dugaan kerusakan terhadap Proyek Pembangunan Landscape dan Fasilitas Luar Training Centre Gelanggang Olahraga Gelora Bumi Kaktus (GBK), Kota Palu, Sulawesi Tengah, mulai mencuat ke publik.

Pasalnya, sejumlah kerusakan pada Proyek Pembangunan Landscape dan Fasilitas Luar Training Centre ini, di Gelanggang Olahraga Gelora Bumi Kaktus (GBK), Kota Palu, tampak begitu memprihatinkan.
Proyek ini, untuk diketahui berada di bawah naungan Satuan Kerja Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Tengah, menggunakan APBD Tahun Anggaran 2021, dengan Nilai Kontrak Rp 7,9 miliar, dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana CV. BCS.

Berdasarkan hasil laporan dari LSM (NCW) Nusantara Corrputions Wacth, bersama sejumlah wartawan, saat melakukan penelusuran di lokasi proyek berusia dua tahun ini mengalami kerusakan serius.
Terdapat retakan memanjang pada beberapa bagian bangunan, termasuk retakan pada bagian taman yang mencapai pangkal pondasi.

Sehingga menyebabkan kondisi bangunan menjadi patah.
Selain itu, keramik tegel pada lantai bangunan mulai rusak dengan beberapa bagian yang terbelah, pecah, dan terangkat.
Kondisi ini mengakibatkan bangunan taman mulai miring dan berpotensi roboh jika tidak segera diperbaiki.
Tim investigasi mencurigai bahwa metode kerja yang diterapkan tidak memperhatikan kualitas dan standar konstruksi yang baik.
Hal ini dibuktikan dengan kondisi proyek yang memprihatinkan hanya dalam kurun waktu dua tahun sejak selesai dibangun.
Adrian SH, selaku coordinator NCW Provinsi Sulteng, kepada media ini, Jumat, 2 Agustus 2024, mengatakan, akan segera berkoordinasi dengan pihak – pihak terkait mengenai kondisi bangunan proyek tersebut.
Dia mengatakan, pihak dinas terkait dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Tengah, selaku pengguna anggaran akan diberitahukan mengenai kondisi kerusakan proyek ini.
Begitupun dengan kontraktor pelaksana, kata dia, sebagai pihak penyedia jasa juga diberitahukan dan diingatkan terkait hasil pekerjaanya mengalami kerusakan tersebut.

“Kami sudah koordinasikan dengan Dinas terkait dan juga pihak penyedia jasanya,” ungkapnya kepada media ini.
Dia menegaskan, soal pekerjaan proyek yang notabene sumber anggaran berasal dari pajak uang rakyat, maka sejumlah pihak pun diminta untuk tidak alergi dikritik. Mengingat fungsi pengawasan yang dilakukan rekan – rekan LSM Bersama Wartawan itu, niatnya mulia tujuanya ingin melihat pembangunan di provinsi Sulawesi Tengah, terealisasi dengan baik.

“Demi daerah tercinta Sulteng ini, kami sangat mendukung program – program pembangunan oleh Pemrov Sulteng. Makanya, kami juga ikut melakukan pengawasan dengan baik dengan tujuan untuk membantu tugas pemerintah itu sendiri,” ungkapnya lagi.
Menurutnya, tim investigasi juga dalam waktu dekat ini, akan berkoordinasi dengan APH (Aparat Penegak Hukum) terkait dengan dugaan kerusakan dan kualitas buruk pada proyek pembangunan Landscape dan Fasilitas Luar Training Centre di Gelanggang Olahraga Gelora Bumi Kaktus (GBK), Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Kata dia, baik dari pihak Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, dan juga Ditkrimsus Polda Sulawesi Tengah, akan dibantu diberikan data – data terkait hasil pekerjaan mengalami kerusakan, termasuk dokumentasi pengambilan gambar dan videonya.


“Inikan masih ranah dugaan saja, olehnya untuk memberikan kepastian hukum agar proyek ini tidak merugikan keuangan negara, ya maka kami minta APH turun melakukan penyelidikan dulu,” terangnya.
Menurutnya, untuk melakukan penyelidikan terkait kualitas dan metode kerja proyek ini. Penyelidikan diharapkan dapat mengungkap kerusakan pada pelaksanaan proyek, serta memastikan adanya tindakan yang tepat untuk memperbaiki kerusakan dan meningkatkan mutu pekerjaan.
Sementara itu, pihak penyedia jasa, yang dikonfirmasi media ini, baru – baru ini, berinisial DS, mengatakan, terkait kerusakan pada pekerjaan memang itu kondisi alam yang memang tidak bisa dihindari.
“Kalau yang ini sudah disampaikan, tapi memang itu kondisi alam yang memag tidak bisa dihindari,” ungkapnya saat dihubungi melalui pesan WhtasAppnya.
“Yang perlu saya luruskan, pekerjaan ini tahun anggaran 2021,” terangnya lagi dengan singkat.































