Palu – Debat publik putaran pertama pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Kabupaten Parigi Moutong tahun 2024 yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Parigi Moutong di Hotel Swissbell, Kota Palu, menuai kritik dari berbagai kalangan.
Ketua Pengurus Daerah Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (PD LS-ADI) Kabupaten Parigi Moutong, Mastang, menilai pelaksanaan debat tersebut terdapat beberapa hal yang perlu dievaluasi.
Mastang menyoroti bahwa lokasi debat yang dilaksanakan di luar wilayah Parigi Moutong sudah tidak sesuai dengan peraturan yang ada.
Melonjak Drastis: Bitcoin Naik 3.000.000% Setelah Dihapus dari Pemberitaan The Economist
“Dari awal sebenarnya sudah keliru, karena KPU menyelenggarakan debat di luar daerah. Ini jelas menyimpang dari PKPU Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 19 Ayat 7 yang mengutamakan debat publik diselenggarakan di wilayah provinsi dan kabupaten masing-masing,” ujarnya.
Selain lokasi, fasilitas yang disediakan bagi masyarakat juga dinilai tidak memadai.
Jelang Pilgub Sulteng, Netralitas Aparat Harus Jadi Harga Mati
Menurut Mastang, banyak warga Parigi Moutong yang berminat untuk menyaksikan langsung debat tersebut namun tidak mendapatkan fasilitas yang cukup.
Hal ini turut tercermin dari rendahnya jumlah penonton di kanal media digital.
“Pada siaran di channel TV penontonnya tidak sampai 1000 orang, dan di YouTube KPU tidak mencapai 250 penonton. Dari total DPT 327.357 pemilih, ini bahkan belum mencapai 1%,” tambahnya.
Mastang juga mengkritisi sosialisasi yang dilakukan KPU terkait Pilkada.
Rahasia Tampil Keren juga Profesional! Intip 5 Top Outerwear Bodypack Terbaik untuk Workaholic
“Debat ini merupakan bentuk kampanye penting untuk mempengaruhi pemilih, namun sosialisasinya masih kurang maksimal. Tugas KPU dalam hal ini perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih sadar dan berpartisipasi dalam pemilu,” tegasnya.
Ia menambahkan, KPU harus melibatkan pihak eksternal untuk lebih gencar mensosialisasikan agenda Pilkada agar informasi dapat sampai dengan baik kepada masyarakat Parigi Moutong.
Di akhir penyampaiannya, Mastang turut menyoroti performa para kandidat dalam debat tersebut.
Menurutnya, beberapa paslon masih perlu memperbaiki penguasaan visi-misi dan kemampuan menjawab pertanyaan secara langsung.
“Banyak kandidat belum maksimal dalam menguasai visi-misi mereka sendiri dan terkadang jawaban mereka melenceng dari pertanyaan yang diberikan,” tandasnya.
Debat publik ini merupakan salah satu momen penting dalam Pilkada Parigi Moutong, dan diharapkan KPU dapat melakukan perbaikan dalam pelaksanaan debat berikutnya.































