Palu, Fokusrakyat.net — Kisah inspiratif datang dari Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), di mana Muhammad Rendi Ahmad Putra, seorang anak yatim piatu dan buruh bangunan, berhasil mencatat prestasi luar biasa dengan lulus terpilih sebagai calon Anggota Polri.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan dan isu yang menyurutkan semangat, Rendi membuktikan bahwa kemauan dan semangat belajar yang kuat dapat mengatasi segala rintangan.
Kini, Rendi sedang menjalani pendidikan pembentukan Bintara Polri di SPN Polda Sulteng.
Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) telah mengumumkan keberhasilan 359 peserta dalam seleksi pendidikan pembentukan Bintara Polri tahun anggaran 2023.
Di antara mereka, terdapat satu nama yang menarik perhatian banyak orang, yaitu Muhammad Rendi Ahmad Putra.
Seorang anak yatim piatu dan buruh bangunan, Rendi memiliki impian besar untuk berbakti pada negara, khususnya menjadi bagian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Baca juga : Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Aisyah Sulawesi Tengah digugat Peserta Penggembira Muktamar Solo
Meskipun isu tentang adanya biaya besar untuk menjadi anggota Polri beredar di sekitarnya, Rendi tidak gentar dan tidak membiarkan hal itu meruntuhkan semangatnya.
Setelah gagal mendaftar sebagai anggota Polri pada tahun 2022, semangatnya justru semakin berkobar.
Rendi membuktikan bahwa keyakinan dan kemauan yang kuat untuk menempuh pendidikan dapat mengatasi segala rintangan.
Pada seleksi penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2023, nama Muhammad Rendi Ahmad Putra tercantum sebagai salah satu peserta yang lulus terpilih.
Saat ini, dia sedang mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri Gelombang II di SPN Polda Sulteng.
Kisah hidup Rendi tidaklah mudah. Pada tahun 2014, ketika berusia 11 tahun dan masih duduk di bangku kelas 5 SD, Rendi kehilangan ayahnya yang merupakan seorang tukang bangunan.
Baca juga : Delapan Kebiasaan Hidup Sehat Bisa Memicu Hidup Hingga Usia 86 Tahun bagi Pria
Dalam kesedihan mendalam, ibu Rendi juga meninggalkan dunia hanya 26 hari setelah sang ayah. Rendi harus menghadapi kenyataan menjadi seorang yatim piatu.
Meski mengalami cobaan berat, keluarga Rendi yang berprofesi sebagai tukang bangunan selalu mendukung dan merawatnya dengan penuh kasih sayang.
Saat libur sekolah, Rendi bekerja sebagai buruh bangunan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Namun, semangatnya untuk menuntut ilmu tidak surut. Saat ini, dia juga berstatus sebagai mahasiswa semester II di Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu.
Rendi mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada keluarga yang telah merawatnya dengan penuh kasih sayang selama ini. Dia yakin bahwa orang tuanya pasti bangga atas apa yang telah diraihnya sekarang.
Ia berjanji akan mempersembahkan prestasinya ini kepada orang tua dan keluarga yang telah peduli dengannya.
Selain itu, Rendi juga tidak lupa untuk berterima kasih kepada pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia, terutama Kapolri, Kapolda Sulteng, dan Karo SDM Polda Sulteng yang telah menyediakan seleksi penerimaan Bintara Polri secara transparan, bersih, akuntabel, dan humanis.
Semoga semua yang telah diberikan berbalas pahala dari Allah SWT.
Kisah inspiratif Muhammad Rendi Ahmad Putra memberikan inspirasi dan harapan bagi banyak orang.
Sebagai seorang yatim piatu dan buruh bangunan, Rendi berhasil melewati berbagai rintangan dan isu yang mencoba meruntuhkan semangatnya untuk menjadi calon Anggota Polri.
Dengan tekad dan keyakinan yang kuat, Rendi membuktikan bahwa semangat belajar dan berjuang dapat membuka pintu kesempatan bagi siapa saja.
Semoga perjuangan dan prestasi luar biasa Rendi ini menjadi contoh bagi banyak orang bahwa impian besar dapat diraih dengan kemauan dan semangat yang tak kenal lelah.***































