Berita  

Balita Penderita Stunting di Donggala Butuh Bantuan, Dirawat Intensif di RS Kabelota

Foto istimewa: Pasien stunting yang di rawat di RS kabelota Donggala.

Donggala – Kasus stunting kembali menyita perhatian di Kabupaten Donggala.

Seorang balita bernama Izzati Hairunnissa (2 tahun) dari Desa Watatu, Kecamatan Banawa Selatan.

Harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Kabelota akibat gizi buruk yang dialaminya.

Kondisi kesehatan Izzati terdeteksi mengalami stunting akut yang memprihatinkan, serta gangguan pernapasan.

“Kami mendapat informasi dari relawan Donggala terkait adanya kasus stunting akut di Desa Watatu. Berdasarkan data, anak yang terkena kasus ini adalah Izzati Hairunnissa,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial, Yusuf, Kamis (8/7).

Pihaknya telah membantu keluarga Izzati dengan layanan kesehatan gratis melalui program Jaminan Kesehatan Universal (UHC).

Menurut Yusuf, program UHC yang dikelola Dinas Sosial Donggala telah melayani hampir seribu pasien di seluruh kabupaten, termasuk Izzati yang kini mendapat perawatan gratis di RS Kabelota.

“Kami masukkan adik Izzati dalam program UHC agar biaya rumah sakitnya ditanggung,” jelas Yusuf.

Ketua relawan Donggala, Refli Marzuki, yang pertama kali mendapat informasi dari keluarga Izzati, langsung turun ke Desa Watatu untuk memastikan kondisi balita tersebut.

“Saat saya tiba di sana, kondisinya sangat memprihatinkan. Dengan berat badan hanya 5 kilogram dan kadar HB 6, Izzati membutuhkan perhatian serius,” ungkap Refli.

Ia menambahkan, Izzati sebelumnya sudah terdata sebagai penderita stunting di Desa Lembasada, namun belum mendapat perawatan intensif.

Melihat kondisi mendesak tersebut, Refli berinisiatif membawanya ke RS Kabelota.

“Diagnosa dokter menunjukkan gangguan pernapasan dan gizi buruk,” ujar Refli.

Saat ini, keluarga Izzati sangat membutuhkan bantuan, terutama dari para dermawan yang ingin meringankan biaya selama perawatan.

Bagi yang ingin membantu, dapat mengunjungi RS Kabelota, di Kabaonga Kecil, Kecamatan Banawa.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya penanganan stunting di Donggala, serta peran aktif masyarakat dan relawan untuk mendeteksi dan membantu mereka yang terdampak.

error: Content is protected !!
Exit mobile version