Berita  

Skandal Hubungan Gelap Guncang PDAM Uwe Lino Donggala

pdam uwe lino
Klarifikasi Dugaan Skandal Hubungan Gelap, ternyata sudah diselesaikan secara kekeluargaan. (FOTO : DARWIS)

Donggala, Fokusrakyat.net – Kabar heboh mengenai skandal hubungan gelap atau ber-hugel ria mengguncang PDAM Uwe Lino Donggala, di mana seorang oknum Dewan Pengawas PDAM yang juga seorang tokoh agama dengan inisial M, diduga terlibat dalam hubungan tidak halal dengan seorang pegawai honorer di perusahaan tersebut, yang disebut sebagai S.

S diketahui sebagai perempuan muda berparas cantik yang telah lama menjalin hubungan rahasia dengan M, oknum Dewan Pengawas PDAM.

Meskipun keduanya berusaha menjaga kerahasiaan hubungan mereka, namun dugaan ini terbongkar setelah keributan terjadi di RT 1 pada Jumat berkah kemarin di Kelurahan Maleni, Kecamatan Banawa, Donggala, Sulawesi Tengah.

Dilansir dari Strateginews, pada saat itu, ibu RT Sarmini menjelaskan bahwa pihak Pemerintah Kelurahan Maleni telah melakukan upaya mediasi terkait kasus ini, dan berhasil diselesaikan di RT 2 karena S tercatat sebagai warga di sana.

Namun, terkuaknya skandal ini dimulai dari kecurigaan istri M, yang memantau gerak-gerik suaminya dan akhirnya mendapatkan bukti perselingkuhan tersebut.

Dari cerita seorang tukang ojek bernama Lala, diketahui bahwa M dan S terbang ke Jakarta, yang akhirnya membuka rahasia hubungan terlarang tersebut.

Pertemuan mediasi dihadiri oleh pihak berwenang, termasuk Babinkantibmas Polsek Banawa, Montoh, si-M dan istrinya, serta si-S didampingi ibunya.

Proses mediasi berlangsung sulit karena keduanya menolak mengakui hubungan spesial mereka, tetapi setelah dihadirkan saksi yang melihat mereka pergi bersama ke Jakarta, akhirnya pengakuan pun terlontar.

S tidak mau menikah dengan M dengan alasan sudah punya pacar, sedangkan M masih berstatus suami orang dan sudah renta.

Kabag Ekonomi Sekretariat Kabupaten Donggala, Lina Karlina, menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti kasus dugaan perselingkuhan ini.

Oknum Dewan Pengawas dan pegawai honorer PDAM yang terlibat akan dihentikan dari jabatannya karena dianggap melanggar etika.

Langkah ini akan diawali dengan surat kepada BPKP, dan setelah mendapatkan balasan, baru akan dieksekusi.

Namun, dalam konfirmasi terakhir, diketahui bahwa M telah kabur dan bersembunyi di kebunnya, menjauh dari jangkauan.

Skandal ini tentu saja mengejutkan masyarakat Donggala dan menimbulkan pertanyaan mengenai etika dan integritas di kalangan pejabat publik.

error: Content is protected !!
Exit mobile version