FOKUSRAKYAT.NET — Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (5/7/2024).
Peresmian bendungan ini menandai langkah strategis pemerintah dalam mengelola air secara lebih efisien, meningkatkan ketahanan pangan, dan mengendalikan banjir di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menekankan pentingnya pengelolaan air dalam konteks global saat ini.
“Air adalah sumber kehidupan, dan bukan hanya untuk aktivitas sehari-hari, melainkan penting sekali saat ini,” ujar Presiden Jokowi, dikutip dari laman Tribratanews, Minggu, 7 Juli 20224.
Ia menyoroti penurunan produktivitas pertanian dan produksi beras di banyak negara, yang berdampak pada potensi kelaparan bagi 500 juta orang di seluruh dunia.
Sebagai bagian dari upaya pemerintah menghadapi tantangan tersebut, Presiden Jokowi menjelaskan beberapa langkah konkret yang telah dilakukan.
Salah satunya adalah pemberian bantuan pompa untuk pengairan sawah dan pertanian, atau yang dikenal sebagai program pompanisasi.
“Tadi dibagikan di Kabupaten Bantaeng 80 pompa, totalnya kita bagikan di seluruh tanah air 20 ribu pompa. Nanti targetnya semuanya adalah 70 ribu pompa yang itu akan kita manfaatkan untuk menaikkan produktivitas pertanian kita,” jelasnya.
Bendungan Pamukkulu, yang mulai dibangun sejak 2017, memiliki daya tampung 82 juta meter kubik dan luas genangan 460 hektare.
Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp1,6 triliun dan menjadi bendungan ketiga yang diresmikan Presiden Jokowi di Sulawesi Selatan.
Bendungan ini akan memainkan peran penting dalam sistem irigasi, khususnya untuk mengairi sawah-sawah di Kabupaten Takalar dan sekitarnya.
“Yang paling penting adalah untuk irigasi kita, mengairi sawah-sawah yang ada di Kabupaten Takalar dan sekitarnya,” ujar Presiden Jokowi menutup sambutannya.
Peresmian Bendungan Pamukkulu ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan nasional dalam menghadapi tantangan global.
