SIGI — Perkumpulan Penggemar Ayam Indonesia (PPAI) Sulawesi Tengah sukses menggelar Kontes Nasional PPAI di Desa Sunju, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada 3–4 Oktober 2026.
Kegiatan yang diikuti peserta dan pengunjung dari berbagai daerah tersebut berlangsung meriah dan menjadi momentum silaturahmi bagi komunitas penggemar ayam dari lintas daerah dan provinsi.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PPAI Provinsi Sulawesi Tengah, Afandi Tansil, mengatakan Kontes Nasional PPAI Sulteng pada prinsipnya tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi, pembinaan komunitas serta apresiasi bagi para penghobi ayam.
“Event yang kami laksanakan ini merupakan skala nasional. Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Sulawesi Tengah, tetapi juga dari sejumlah daerah di luar provinsi,” ujar Afandi.

Menurutnya, ayam yang berhasil meraih prestasi dalam kontes memiliki peluang untuk mengikuti ajang yang lebih tinggi yang nantinya diselenggarakan oleh PPAI Pusat.
Afandi menegaskan, PPAI Sulteng ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antarpenggemar ayam sekaligus memperkenalkan Sulawesi Tengah sebagai daerah yang mampu menjadi tuan rumah kegiatan komunitas berskala nasional.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan memperkenalkan Sulawesi Tengah sebagai daerah yang mampu menyelenggarakan kegiatan komunitas berskala nasional secara tertib dan bertanggung jawab,” katanya.
BACA JUGA : Retakan Memanjang Muncul di Sejumlah Titik Oprit Jembatan Perlu Diperiksa, PPK Akui Retakan Masih Normal
PPAI Tegaskan Kontes Bukan Ajang Perjudian
Di tengah antusiasme peserta dan pengunjung, pihak PPAI Sulteng juga memberikan perhatian terhadap aspek ketertiban dan keamanan kegiatan.

Afandi menegaskan bahwa kontes tersebut merupakan kegiatan kompetisi komunitas dan bukan sarana perjudian maupun taruhan.
“Kami terus berkomitmen mengimbau larangan perjudian di area kontes. Kami juga mengajak seluruh peserta dan pengunjung bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” tegasnya.
Pihak penyelenggara menyatakan tidak membenarkan praktik taruhan atau perjudian dalam bentuk apa pun di dalam maupun di sekitar lokasi kegiatan.
Tata tertib juga diberlakukan sebagai pedoman bersama untuk menjaga agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan tidak menimbulkan gangguan terhadap masyarakat sekitar.
Perhatikan Kesehatan dan Kesejahteraan Hewan
Selain keamanan dan ketertiban, aspek kesehatan serta kesejahteraan hewan menjadi perhatian dalam penyelenggaraan Kontes Nasional PPAI Sulteng.
Panitia berkomitmen memperhatikan kondisi ayam sejak proses penerimaan peserta, pemeriksaan, selama kegiatan berlangsung hingga seluruh rangkaian acara selesai.
PPAI juga menyatakan akan berkoordinasi dengan tenaga yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan hewan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
“Yang tidak kalah penting adalah kesehatan dan kesejahteraan hewan. Kami ingin seluruh kegiatan berjalan dengan memperhatikan aspek tersebut,” jelas Afandi.
Panitia juga mengingatkan peserta agar memperlakukan hewan secara layak serta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan hewan maupun orang lain.
Berikan Dampak Ekonomi bagi Masyarakat
Kesuksesan pelaksanaan Kontes Nasional PPAI Sulteng juga dinilai memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Kehadiran peserta dan pengunjung dari luar daerah secara tidak langsung meningkatkan aktivitas sejumlah sektor usaha masyarakat, mulai dari UMKM, pedagang makanan dan minuman, jasa parkir, transportasi, hingga kebutuhan akomodasi.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak hanya berjalan dengan baik dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat,” kata Afandi.
Menurutnya, kegiatan berskala nasional dapat menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Sigi, khususnya Desa Sunju, kepada masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
PPAI Terbuka terhadap Pengawasan
PPAI Sulteng juga menegaskan komitmennya untuk mengikuti ketentuan administrasi, keamanan, kesehatan hewan serta aturan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan.
Koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan dan instansi terkait dipandang penting agar kegiatan dapat berlangsung sesuai ketentuan.
PPAI juga menyatakan terbuka terhadap pemantauan dan pengawasan dari pemerintah maupun instansi yang berwenang.
“Kami memandang pengawasan sebagai bagian dari upaya bersama untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai proposal, tata tertib, ketentuan hukum dan tujuan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Pihak penyelenggara juga membuka ruang terhadap masukan konstruktif dari masyarakat dan insan pers.
Sukses Digelar, PPAI Sulteng Ingin Jaga Kepercayaan Masyarakat
Dengan tingginya antusiasme peserta dan pengunjung, Kontes Nasional PPAI Sulteng di Kabupaten Sigi menjadi salah satu momentum pertemuan komunitas penggemar ayam dari berbagai daerah.
PPAI Sulteng berharap kegiatan serupa ke depan dapat terus dilaksanakan dengan mengedepankan ketertiban, keamanan, sportivitas, kepatuhan terhadap aturan, kesejahteraan hewan serta penghormatan terhadap masyarakat sekitar.
“Kami ingin Kontes Nasional PPAI ini membawa nama baik Sulawesi Tengah. Karena itu, ketertiban, sportivitas, keamanan dan kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian penting dari penyelenggaraan,” pungkas Afandi.
Dengan berakhirnya kegiatan pada 4 Oktober 2026, PPAI Sulteng berharap momentum tersebut tidak hanya menjadi catatan bagi komunitas, tetapi juga membuka ruang silaturahmi yang lebih luas sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Sigi dan Sulawesi Tengah. (REDAKSI/ATR)
































