KAPOLDA

Pemeriksaan Dugaan Korupsi Uang PDAM Uwe Lino Berlanjut, Sejumlah Pejabat Dipanggil Kejari Donggala

PDAM
Mobil Dewan pengawas PDAM Uwe Lino parkir di Halaman kantor Kejari Donggala. FOTO; DOK. REDAKSI

DONGGALA – Proses penyelidikan dugaan korupsi pembobolan dana PDAM Uwe Lino terus bergulir.

Kejaksaan Negeri Donggala kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang dianggap mengetahui aliran dana perusahaan daerah tersebut, Selasa (24/2/2026).

Pantauan wartawan di Kantor Kejari Donggala menunjukkan aktivitas pemeriksaan berlangsung tertutup.

Sebuah mobil Toyota Hilux milik Dewan Pengawas PDAM Uwe Lino, Irfan Santana, terlihat terparkir di halaman kantor kejaksaan.

Selain itu, Direktur PDAM Uwe Lino bersama sejumlah pegawai juga dikabarkan menjalani pemeriksaan.

Di ruang tunggu Kejari Donggala, wartawan sempat menemui dua pegawai perempuan PDAM yang mengaku datang untuk memenuhi panggilan penyidik.

“Iya pak, kami dari PDAM, mau diperiksa,” ujar keduanya singkat.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Donggala, Rinto Hasan, saat dikonfirmasi terkait hasil pemeriksaan belum memberikan penjelasan rinci dan mengarahkan wartawan untuk menghubungi Kepala Seksi Intelijen.

“Tabe kawan, ketemu pak Kasi Intel pak Putra karena pejabat struktural pemberi informasi sudah terisi dalam jabatan, makasi,” jawabnya melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Donggala, Putra, mengaku sedang tidak berada di kantor sehingga belum dapat memberikan keterangan resmi terkait perkembangan perkara tersebut.

Direktur PDAM Uwe Lino, Imran, membenarkan dirinya kembali dimintai keterangan oleh penyidik.

Ia menyebut pemeriksaan berlangsung sekitar satu setengah jam dan merupakan kali ketiga dirinya memenuhi panggilan kejaksaan.

“Saya tadi beri keterangan selama satu jam setengah, dan sudah tiga kali diundang datang ke kantor Kejari Donggala memberikan keterangan,” ujarnya.

Menurut Imran, sejumlah pejabat PDAM turut dipanggil dalam rangkaian pemeriksaan tersebut.

“Hari ini yang diundang dewas, direktur, kabag keuangan dan bendahara. Hari Rabu giliran audit independen dimintai keterangan,” tambahnya.

Dewan Pengawas PDAM Uwe Lino, Irfan Santana, juga mengakui telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejari Donggala. Namun ia mengaku tidak mengingat jumlah pertanyaan yang diajukan.

“Siap, jam satu lewat tadi masuk, tidak tahu berapa banyak, nda banyak,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Irfan juga menyebut dirinya telah dua kali memenuhi panggilan penyidik terkait kasus tersebut.

Hingga kini, Kejaksaan Negeri Donggala masih melakukan pendalaman atas dugaan pembobolan dana PDAM Uwe Lino dan belum menetapkan tersangka.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut pengelolaan keuangan perusahaan air minum daerah yang melayani masyarakat Donggala. (LAPORAN; ARLIN)

HPN HPN HPN HPN HPN HPN
pasang iklan HPN
error: Content is protected !!