Jakarta, Fokusrakyat.net – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), memberikan keterangan terkait kasus dugaan korupsi yang menjeratnya.
SYL menjalani pemeriksaan selama tiga jam oleh tim Polda Metro Jaya pada Kamis (05/10) terkait dugaan pemerasan, penerimaan gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Kementerian Pertanian.
Dilansir dari Tribratanews, Di Gedung Nasdem Tower, Jakarta Pusat, SYL menyampaikan bahwa dalam pemeriksaan tersebut, pihak kepolisian membahas berbagai aspek terkait laporan masyarakat, termasuk pemerasan yang dituduhkan kepadanya.
Dia mengatakan, meskipun baru saja kembali dari luar negeri dalam rangka kunjungan kerja, SYL menyatakan bahwa dia berusaha memberikan keterangan dengan sejujur-jujurnya.
“Terkait dengan hal-hal yang dilaporkan masyarakat, seperti laporan terkait terjadinya pemerasan dan lain-lain, semua yang saya tahu saya sampaikan secara terbuka. Saya telah menjelaskan dengan sejujur-jujurnya, meskipun prosesnya cukup panjang, hampir tiga jam,” ungkapnya.
SYL juga menyatakan rasa lelahnya karena harus menjalani proses hukum setelah perjalanan panjangnya untuk kepentingan rakyat.
“Saya capek banget, sementara saya baru pulang. Kasih saya kesempatan untuk tarik napas dari perjalanan panjang. Perjalanan saya adalah untuk kepentingan rakyat. Saya telah bekerja untuk itu, memberi makan kepada 280 juta rakyat,” tambahnya.
Dalam kasus ini, SYL tidak sendirian.
Ada tiga klaster kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian, melibatkan SYL, Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono, dan Direktur Alat Mesin Pertanian Kementan, Muhammad Hatta.
Kepolisian terus menyelidiki kasus ini untuk memastikan kebenarannya dan menegakkan hukum sesuai dengan prosedur yang berlaku.***
