FOKUS RAKYAT — Perasaan takut kepada Allah SWT merupakan inti dari kesempurnaan iman.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa segala kebijaksanaan bermula dari rasa takut kepada-Nya.
Kisah-kisah para sahabat yang penuh ketakwaan dan rasa takut ini menjadi inspirasi bagi umat Muslim untuk senantiasa merenungi dan meningkatkan keimanan.
Dilansir dari Islampos.com, Jumat pagi, 4 Oktober 2024, dalam kitab Fadhail Al-‘Amal, Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi meriwayatkan bahwa Sayyidin Ibnu Umar RA sering menangis karena rasa takut yang mendalam kepada Allah SWT.
Tangisannya begitu sering hingga matanya menjadi buta.
Suatu ketika, saat seseorang memperhatikan tangisannya, Sayyidin Ibnu Umar berkata, “Apakah engkau heran melihat aku menangis?
Ketahuilah, bahkan matahari dan bulan pun menangis karena takut kepada Allah SWT.”
Kisah lainnya datang dari seorang sahabat muda yang tengah membaca Alquran, surat Ar-Rahman ayat 37.
Saat ia membaca ayat yang berbunyi, “Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah seperti kilapan minyak,” pemuda itu menangis dengan perasaan takut yang mendalam akan Hari Kiamat.
Rasulullah SAW yang kebetulan lewat, bersabda kepadanya, “Tangisanmu telah membuat para malaikat ikut menangis.”
Ketakutan kepada Allah SWT juga tampak dalam kisah seorang sahabat Anshar.
Setelah menunaikan shalat tahajud, ia duduk sambil menangis tersedu-sedu, memohon perlindungan dari api neraka.
Rasulullah SAW bersabda kepadanya, “Hari ini engkau telah membuat para malaikat menangis.”
Kisah ketakutan yang paling mendalam terjadi pada Sayyidina Abdullah bin Rawahah RA.
Suatu hari, ia menangis dengan penuh kesedihan, hingga membuat istrinya ikut menangis.
Ketika ditanya mengapa ia menangis, Sayyidina Abdullah berkata, “Aku membayangkan saat aku harus menyeberangi jembatan shirat di atas neraka jahanam.
Aku tidak tahu apakah aku akan selamat atau tertinggal di sana.”
Kisah-kisah ini menggambarkan betapa besar rasa takut para sahabat kepada Allah SWT.
Ketakutan ini tidak hanya membawa mereka lebih dekat kepada-Nya, tetapi juga menggetarkan hati, mengalirkan air mata, dan menginspirasi umat untuk senantiasa berusaha mencapai ketakwaan yang sejati.































