Pagimana — Kasus pengeroyokan yang melibatkan enam pelajar SMA di Jalan Trans Sulawesi, Desa Taloyon, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, berhasil diselesaikan secara damai melalui mediasi yang difasilitasi oleh Polsek Pagimana.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026, sekitar pukul 16.00 WITA. Insiden ini melibatkan dua pelajar sebagai korban, yakni RP dan RM, serta enam pelajar lainnya yang diduga terlibat sebagai pelaku, masing-masing berinisial AM, MR, AL, RB, MB, dan FT. Seluruh pihak yang terlibat diketahui masih berstatus pelajar SMA di wilayah setempat.
Kapolsek Pagimana, AKP Laata, menjelaskan bahwa proses mediasi dilaksanakan di Mapolsek Pagimana pada Senin (26/1) pagi dengan menghadirkan kedua belah pihak, orang tua masing-masing pelajar, serta aparat desa.
BACA JUGA; Tingkatkan Profesionalisme ASN, Pemprov Sulteng Dorong Kemahiran Berbahasa Indonesia
“Kami berupaya menyelesaikan persoalan ini melalui musyawarah agar tercapai perdamaian dan tidak berlanjut ke proses hukum,” ujar AKP Laata.
Berdasarkan keterangan kepolisian, perkelahian bermula saat sekelompok pelajar yang dipimpin RP menghadang MR yang tengah mengendarai sepeda motor bersama lima rekannya. Situasi memanas hingga berujung duel antara MR dan RM, yang diketahui merupakan teman dekat RP.
BACA JUGA; DPRD Morowali Dorong Percepatan Pembentukan Kecamatan Kepulauan Umbele di DPR RI
AKP Laata mengungkapkan bahwa pemicu utama insiden tersebut diduga akibat penggunaan knalpot brong (racing) yang digeber, sehingga menimbulkan ketersinggungan antar kedua belah pihak.
“Awalnya hanya persoalan sepele akibat suara knalpot, namun berkembang menjadi perkelahian,” jelasnya.
Usai kejadian, seluruh pelajar yang terlibat sempat diamankan di Polsek Pagimana untuk dimintai keterangan. Melalui pendekatan persuasif dan mediasi, akhirnya kedua belah pihak sepakat berdamai dan menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan tanpa menempuh jalur hukum.
Pihak kepolisian berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi para pelajar agar lebih mengedepankan sikap saling menghormati serta menjauhi tindakan kekerasan yang dapat merugikan masa depan mereka.
