KAPOLDA
Berita  

Guru SD Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

GURU
Korban diketahui berinisial Y (28), seorang guru P3K di SD Inpres Kotarindau, beragama Islam, suku Toli-Toli, dan berdomisili di Jalan Kancil, Kota Palu. Selain berprofesi sebagai tenaga pendidik, korban juga menjalankan usaha penyewaan peralatan kemping bernama “Kumis Outdoor.” FOTO; DOK. HUMAS POLRESTA PALU.

Palu — Dunia pendidikan di Kota Palu berduka. Seorang guru Sekolah Dasar ditemukan meninggal dunia di kediamannya yang juga digunakan sebagai tempat usaha penyewaan peralatan kemping, di Jalan Kancil RT 02/RW 01, Kelurahan Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Senin (12/1/2026) sekitar pukul 08.00 Wita.

Korban diketahui berinisial Y (28), seorang guru PPPK di SD Inpres Kotarindau. Selain mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik, almarhum juga dikenal sebagai pelaku usaha penyewaan perlengkapan kemping dengan nama “Kumis Outdoor.”

Kapolresta Palu Kombes Pol. Hari Rosena, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Palu Selatan AKP Muhammad Kasim, S.H., menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh saksi bernama Kiki (27), yang merupakan karyawan korban.

BACA JUGA; Dirkrimsus Polda Sulteng Pimpin Apel Pagi, Tekankan Kesiapsiagaan Personel Hadapi Cuaca Ekstrem

“Saksi datang ke lokasi kerja dan mendapati rumah dalam kondisi terkunci dari dalam. Setelah berhasil masuk, saksi menemukan korban terbaring di atas kasur ruang depan dalam keadaan tidak bernyawa,” ungkap AKP Muhammad Kasim.

Saksi sempat mencoba membangunkan korban, namun tidak ada respons dan tubuh korban sudah terasa dingin. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian.

BACA JUGA; Libatkan Enam Pelajar, Polisi dan Sekolah Bersinergi Tangani Kasus Pengeroyokan di Bambalamotu

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Palu Selatan bersama piket fungsi yang dipimpin KSPKT Aiptu Frans Pasinggi segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi.

Unit Identifikasi Polresta Palu turut melakukan olah TKP guna memastikan penyebab kematian korban.

Sekitar pukul 10.30 Wita, jenazah guru muda tersebut dievakuasi menggunakan ambulans ke RS Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit, kemungkinan serangan jantung, mengingat sebelumnya korban sempat mengeluhkan kelelahan dan kondisi badan yang kurang sehat,” jelas Kapolsek Palu Selatan.

Pihak kepolisian memastikan akan terus berkoordinasi dengan keluarga korban sembari menunggu hasil pemeriksaan medis resmi. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, khususnya di lingkungan sekolah dan dunia pendidikan, mengingat perannya sebagai guru yang masih muda dan berdedikasi.

HPN HPN HPN HPN HPN HPN
pasang iklan HPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!