FOKUSRAKYAT.NET— Bagi banyak orang, hari belum dimulai tanpa secangkir kopi.
Aromanya yang menggoda dan rasa pahit manis yang khas jadi andalan untuk mengusir kantuk dan menambah semangat pagi.
Namun, ada satu efek yang sering kali muncul usai menyesap kopi. Sensasi ingin buang air besar.
Apakah itu kebetulan? Ternyata tidak.
Sebuah studi yang melibatkan 92 peserta menemukan bahwa 29 persen orang merasakan dorongan untuk buang air besar hanya dalam waktu 30 menit setelah minum kopi.
Bahkan, sebagian orang secara rutin menggunakan kopi sebagai pencahar alami untuk melancarkan pencernaan.
Lantas, apa sebenarnya yang membuat kopi begitu efektif dalam “menggerakkan” perut?
Dilansir dari Eat This Not That, berikut sederet alasan kenapa kopi bisa langsung bikin perut mulas, antara lain:
BACA JUGA : Bentrok Panas Benfica vs Boca Juniors, Kartu Merah dan Drama Warnai Laga Grup C
1. Kopi Merangsang Otot Usus Besar
BACA JUGA : Ronaldo Kirim Jersey Bertanda Tangan untuk Donald Trump, Ajak Bermain untuk Perdamaian
Peneliti dari Toho University, Jepang, Adil Maqbool, menjelaskan bahwa kopi memicu kontraksi pada otot-otot di usus besar (kolon). Kontraksi ini mendorong isi usus menuju rektum, dan otak pun menerima sinyal bahwa tubuh harus segera ke kamar mandi.
Yang mengejutkan, efek ini tak hanya berasal dari kafein. Penelitian yang dipublikasikan di European Journal of Gastroenterology and Hepatology menyebut bahwa bahkan kopi tanpa kafein (decaf) tetap memiliki efek serupa, meski intensitasnya 23 persen lebih rendah.
2. Kopi Meningkatkan Produksi Asam Lambung
BACA JUGA : Polres Poso Ringkus 4 Pengedar Sabu, Barang Bukti Capai 50 Gram Lebih
BACA JUGA : Proyek IPAL Lima Puskesmas di Banggai Disorot, Kadis : Paket tak Ditender tapi melalui e-Katalog
Selain mendorong kerja usus, kopi juga mempercepat proses pencernaan dengan meningkatkan produksi asam lambung.
Menurut Dr. Onyx Adegbola, pendiri klinik spesialis sindrom iritasi usus besar (IBS), hal ini menjadikan kopi semacam pencahar alami.
Namun, peningkatan asam lambung juga bisa menyebabkan ketidaknyamanan seperti mulas atau refluks, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap keasaman.
Jenis kopi juga berpengaruh. Studi dari Molecular Nutrition Food Research menunjukkan bahwa kopi dark roast, yang memiliki kadar asam lebih rendah, cenderung lebih ramah untuk lambung dibanding kopi blend biasa.
Kopi, Antara Teman Setia dan Pemicu Lari ke Toilet
BACA JUGA : La Medy Menang Praperadilan, Status Tersangka Korupsi Dinyatakan Tidak Sah
Setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap kopi. Ada yang merasa rileks dan fokus, namun tak sedikit pula yang langsung “berlari” ke toilet hanya beberapa menit setelah menyeruputnya.
Solusinya? Pilih jenis kopi yang sesuai dengan toleransi tubuh Anda. Jika sering mengalami gangguan pencernaan, dark roast, cold brew, atau mushroom coffee bisa menjadi alternatif yang lebih bersahabat.
Yang jelas, kopi bukan sekadar minuman. Ia adalah ritual, penggerak hari, sekaligus bagi sebagian orang sinyal alami untuk “waktunya ke belakang”.
























