PARIMO – Bendung Ongka Persatuan yang terletak di Desa Ongka Trimuspasari, Kecamatan Ongka Malino,Kabupaten Parigi Moutong, jebol pada tanggal 14 Juni 2026. Bangunan pengairan ini berfungsi menyalurkan air untuk mengairi lahan pertanian seluas 550 hektar yang membentang di wilayah dua desa, yaitu Desa Trimuspasari dan Desa Persatuan Sejati. Hingga hari ini, 28 Juni 2026, aliran air ke areal persawahan belum berjalan maksimal, sehingga petani masih kesulitan menjalankan kegiatan tanam dan pengairan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, bantuan penanganan darurat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong baru tiba di lokasi kejadian pada 26 Juni 2026, atau lebih dari dua minggu setelah bendung mengalami kerusakan. Bantuan yang disalurkan hanya berupa 30 buah kawat beronjong dan 100 lembar karung pasir yang akan diisi bahan urugan.
Jumlah bantuan itu dinilai sangat tidak sebanding dengan kebutuhan nyata di lapangan. Seorang petani setempat yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi awak media, Senin (28/6/2026), menyampaikan kekecewaannya.
“Bantuan yang diberikan ini sangatlah minim jika dibandingkan kondisi kerusakan yang ada. Menurut perkiraan dan hitungan kami, setidaknya masih kekurangan sekitar 300 kawat beronjong lagi untuk menutup dan memperkuat kembali bagian yang jebol,” ungkapnya.
Ia menambahkan, warga dan kelompok tani sudah berinisiatif bekerja sama secara gotong royong, mulai dari menyewa alat berat hingga menyediakan tenaga kerja untuk mengisi dan menempatkan beronjong bantuan tersebut. Namun kemampuan warga ada batasnya.
“Sebenarnya pada saat keadaan darurat begini, pemerintah seharusnya sudah bersiap dan turun lebih cepat. Janganlah kami yang menjadi korban kerugian, lalu kami pula yang harus berjuang sendiri memperbaikinya. Kami punya keterbatasan kemampuan dan biaya. Kami berharap pemerintah benar‑benar serius menanggapi masalah yang ada di desa kami. Semoga Bapak Bupati Parigi Moutong beserta seluruh instansi terkait, baik tingkat kabupaten maupun provinsi, mau mendengarkan keluhan dan harapan kami rakyat kecil ini,” tambahnya dengan nada berharap.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang terkait rencana pemulihan total bendung maupun penyaluran bantuan tambahan yang dibutuhkan warga. Para petani berharap perbaikan segera dipercepat agar lahan pertanian mereka tidak semakin lama kekeringan dan gagal panen.
Penulis: Suhirman S.Pd
