Pasangkayu – Suasana ceria mewarnai halaman Kantor BPBD Pasangkayu, Kamis (29/1/2026), saat 80 anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) DDI Pasangkayu mengikuti pelatihan kebencanaan. Kegiatan edukatif ini dirancang khusus agar anak-anak mengenal kesiapsiagaan bencana sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan.
Sejak pagi hari, tawa dan teriakan gembira anak-anak TK terdengar memenuhi area kegiatan. Mengenakan rompi keselamatan dan helm pelindung yang disiapkan petugas, para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian pelatihan. Warna-warni seragam TK berpadu dengan perlengkapan kebencanaan, menciptakan suasana belajar yang unik dan penuh semangat.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak TK didampingi langsung oleh para guru dan orang tua. Para guru dengan sabar mengarahkan murid-muridnya agar tertib mengikuti kegiatan, sementara orang tua terus memberikan dukungan, mengabadikan momen, serta memastikan anak-anak merasa aman dan nyaman.
BACA JUGA; Kejari Palu Resmikan Gedung Pintar, Dorong Pelayanan Hukum Digital dan Transparan
Kegiatan diawali dengan senam bersama yang dipandu instruktur BPBD Pasangkayu. Gerakan sederhana dengan iringan musik ceria membuat suasana semakin hidup dan membangun keakraban antara anak-anak TK dan petugas.
Pelatihan kebencanaan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Pasangkayu, Herny Agus, yang menegaskan pentingnya edukasi kebencanaan sejak usia dini guna membentuk budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
“Kesiapsiagaan bencana perlu ditanamkan sejak anak-anak masih di TK, agar mereka terbiasa bersikap tenang dan tahu langkah awal yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pasangkayu, anggota DPRD Pasangkayu, perwakilan BPPKB, serta sejumlah undangan dari unsur pemerintah daerah dan instansi terkait.
BACA JUGA; Pangdam XXIII/Palaka Wira Bangun Forum Kemitraan Strategis Bersama Insan Media Sulteng
Kepala Pelaksana BPBD Pasangkayu, Arhamuddin, menjelaskan bahwa pelatihan kebencanaan bagi anak-anak TK ini telah dilaksanakan sekitar tiga kali sejak tahun 2025 hingga 2026 dengan melibatkan sekolah yang berbeda.
“Untuk hari ini, anak-anak TK mendapatkan tiga jenis pelatihan, yakni flying fox, naik perahu karet, dan simulasi gempa bumi,” kata Arhamuddin.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan dirancang aman, sederhana, dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh anak-anak TK. Antusiasme peserta terlihat saat mereka mengikuti instruksi petugas, mulai dari mengenakan alat keselamatan hingga mempraktikkan simulasi penyelamatan diri.
Ia menambahkan, edukasi kebencanaan ini tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak, tetapi juga bagi guru dan orang tua yang turut mendampingi.
“Dengan begitu, edukasi kebencanaan bisa berlanjut di lingkungan sekolah maupun di rumah,” ujarnya.
Usai kegiatan, Wakil Bupati Pasangkayu kembali menyampaikan apresiasinya kepada BPBD Pasangkayu.
“Kita berharap, ketika terjadi bencana, anak-anak sudah tahu apa yang harus dilakukan dan tidak panik. Kegiatan seperti ini perlu terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak TK di Pasangkayu,” pungkasnya.


























