Berita  

Sulitnya Akses Solar Subsidi, Petani dan Nelayan di Parigi Moutong Terancam Terbengkalai

aktivis muda
Rafli seorang aktivis muda dari Desa Kayu Jati. (DOK)

Parimo – Kelangkaan akses terhadap solar subsidi menjadi keluhan serius bagi para petani dan nelayan di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Solar subsidi merupakan kebutuhan penting bagi mereka dalam menggerakkan peralatan pertanian dan kapal nelayan.

Namun, untuk mendapatkan bahan bakar bersubsidi ini, mereka harus melewati persyaratan ketat seperti pembuatan barcode yang aksesnya terbatas dan prosesnya cukup mahal.

Upaya Pelestarian Lingkungan, LindungiHutan Tanam 183 Ribu Mangrove di Semarang

Rafli, seorang aktivis muda dari Desa Kayu Jati, Kecamatan Ongka Malino, turut menyuarakan keluhan ini kepada pemerintah dan meminta perhatian khusus dari dinas terkait.

Dalam keterangannya kepada media pada 25 Oktober 2024, Rafli menyampaikan bahwa jarak yang jauh dan biaya tinggi menjadi kendala utama bagi petani dan nelayan dalam mengurus barcode tersebut.

Wealth Management BCA Goes to Campus di BINUS UNIVERSITY, Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan Sejak Muda

Kamu pengguna setia iPhone ? tahukah kamu iPhone, iPad dan MacBook menyarankan website ini untuk pencarian “hotel” ?

“Saya prihatin karena subsidi yang seharusnya mempermudah akses bagi petani dan nelayan kecil justru terhambat oleh regulasi yang menyulitkan. Untuk membuat barcode ini, petani dan nelayan kecil diwajibkan memiliki izin usaha. Padahal, kebutuhan solar mereka hanya sekitar 10 hingga 30 liter,” ujar Rafli.

Ketiadaan barcode menyebabkan petani dan nelayan tidak dapat memperoleh solar subsidi di SPBU.

Sehingga mereka merasa tertinggal dibandingkan pihak-pihak besar yang memiliki akses lebih mudah.

Rafli berharap pemerintah segera meninjau ulang regulasi ini agar tidak menyulitkan petani dan nelayan kecil yang bergantung pada solar subsidi.

“Jika masalah ini tidak segera diatasi, kami siap melakukan aksi besar-besaran di Parigi Moutong untuk menyuarakan keluhan mereka,” tegasnya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version