Kolonodale – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Kolonodale, Arifin Akhmad, memimpin peletakan batu pertama renovasi Masjid At-Taubah yang terletak di Lapas Kolonodale pada Jumat, 18 Oktober 2024.
Renovasi ini merupakan upaya memperluas kapasitas masjid yang tak lagi mampu menampung jumlah jemaah dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas tersebut.
Masjid At-Taubah, yang dibangun pada tahun 1982, telah menjadi pusat pembinaan kerohanian bagi para WBP beragama Islam di Lapas Kolonodale.
Baca juga : Debat Kandidat Pilkada Morowali Utara Siap Digelar: Siaran Langsung di TVRI Sulteng
Namun, seiring dengan bertambahnya jumlah penghuni Lapas, kapasitas masjid tersebut sudah tidak mencukupi.
Oleh karena itu, pihak Lapas Kolonodale memutuskan untuk melakukan renovasi dan pelebaran masjid guna mendukung kegiatan keagamaan di sana.
Dalam pidatonya, Kalapas Kolonodale Arifin Akhmad menekankan pentingnya renovasi ini sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan kerohanian WBP.
Baca juga : Anwar Hafid Sambut Antusiasme 3.000 Warga Sidole di Kampanye Ampibabo
“Program pembinaan kerohanian di Lapas adalah yang utama karena dapat mengubah pola pikir dan perilaku warga binaan agar senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan,” ujar Arifin.
Ia juga menyampaikan bahwa renovasi masjid ini akan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat, karena masjid tersebut akan terus digunakan di masa mendatang.
Rapat bersama panitia renovasi yang terdiri dari petugas dan WBP juga telah dilakukan sebelum peletakan batu pertama.
Arifin berharap seluruh WBP yang terlibat dalam proyek ini tetap menjaga kesehatan dan keselamatan selama proses pembangunan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah, Hermansyah Siregar, berharap renovasi ini dapat meningkatkan kapasitas masjid sehingga seluruh WBP dapat beribadah dengan khusyuk.
Renovasi Masjid At-Taubah ini diperkirakan akan selesai pada pertengahan November 2024 mendatang.































