FOKUSRAKYAT.NET — Proyek peningkatan jalan ruas Labean – Mapaga yang berlokasi di Desa Labean, Kecamatan Balaesang, sepanjang 1,114 km, dikabarkan mulai mengalami kerusakan.
Olehnya, hasil pelaksanaan pekerjaan pada proyek ini, dipertanyakan apakah sudah sesuai dengan kualitas mutu yang diharapkan.
Pasalnya, dari hasil pantauan warga setempa, LSM, dan wartawan, ditemukan sejumlah kerusakan di lokasi proyek.
Dimana aspal mengalami kerusakan dan mengelupas, serta bebatuan agregat tidak terikat dengan baik oleh lapisan aspal.
Untuk diketahui, proyek ini mencakup berbagai item pekerjaan seperti Pekerjaan Timbunan Pilihan, Penyiapan Badan Jalan, Lapis Pondasi Agregat Kelas A, Lapis Resap Pengikat – Aspal Cair/Emulsi, dan Lapis Penetrasi Macadam.
Proyek ini dikerjakan oleh CV. FM, dengan anggaran Rp1,03 miliar dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Donggala untuk tahun 2023.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Donggala, Anjas Budi Setiawan, ST. M.SC, juga merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Bidang Bina Marga, dikonfirmasi terkait proyek peningkatan jalan ruas Labean – Mapaga ini.
Adapun yang dikonfirmasi diantaranya :
1. Mohon konfirmasinya, apakah dari hasil pelaksanaan pekerjaan pada proyek ini sudah sesuai dengan kualitas mutu pengerjaanya, tolong diberikan tanggapanya?
Terkait hasil pelaksanaan pekerjaan ini, kami temukan disejumlah titik lokasi dimana hasil pekerjaan item aspal mengalami kerusakan dengan mengelupas.
Saat di lokasi (Desa Labean) nampak bebatuan agregat dari batu pecah itu tidak lagi terlihat rapi terikat oleh lapisan aspal.
Akan tetapi, di sejumlah titik pada item hasil pekerjaan aspal sudah terkelupas.
Sehingga kuat dugaan kami bahwa kualitas mutu pekerjaan pada proyek ini mulai diragukan.
Mengingat umur proyek notabene baru saja rampung akhir tahun 2023, tepatnya bulan Desember 2023, mengingatkan kami bahwa proyek ini belum genap setahun masa pengerjaanya.
2. Mohon konfirmasinya lagi, apakah proyek ini telah dilakukan serah terima akhir masa pekerjaan (FHO) dari pihak penyedia jasa (kontraktor) kepada pihak pengguna anggaran (Dinas PUPR Donggala, tolong diberikan tanggapanya?
Berkaitan dengan pertanyaan ini, secara otomatis kami mempertanyakan kepastian apakah pihak Dinas PUPR Donggala, mengetahui ataupun tidak mengetahui terkait kondisi proyek mengalami kerusakan dengan terkelupas tersebut.
3. Terakhir, mohon konfirmasinya, apakah tersedia dana retensi atau dana masa pemeliharaan sebesar 5% dari pagu anggaran untuk proyek ini?
Berkaitan dengan pertanyaan angaran masa pemeliharaan ini, maka kami heran dengan kondisi di lapangan, dimana diduga tidak dilakukan perbaikan di masa pemeliharaan tersebut.
Sehingga pembiayaan di masa pemeliharaan itu diduga tidak dimanfaatkan oleh pihak penyedia jasa Bersama pengguna anggaran.
Tanggapan dari warga setempat
Berdasarkan tanggapan warga setempat, dimana mereka mengakui belum setahun diaspal, jalan ini kembali rusak.
Warga menduga penyebab cepat rusaknya jalan tersebut diduga karena tipisnya lapisan aspal.
“Jalannya sudah mengelupas, batunya sudah terkelupas juga. Ketebalan pengaspalannya tipis gampang terkelupas,” kata salah seorang warga yang mengaku bernama, Bahruddin kepada wartawan.
Dia mengatakan, jika pengaspalan sesuai dengan yang direncanakan maka kualitasnya pasti bagus dan bisa bertahan lama.
Apalagi jalan ini jarang dilalui truk pengangkut atau yang bermuatan berat, paling mobil pick up bak terbuka pengantar sayur – mayur dan ikan segar, karena lokasinya dekat pasar Labean.
“Ini kan membuat warga jadi heran dan bertanya – tanya, kenapa jalan ini cepat sekali rusaknya, sebutnya. Kami harap, pemerintah dapat memastikan kualitas pengaspalan ditingkatkan. Jangan hanya sebatas pemulusan jalan tapi tidak bisa bertahan lama,” kata dia.
Pembangunan jalan ini menjadi perhatian masyarakat.
Pasalnya, anggaran besar lebih satu miliaran, jalan – jalan yang telah dikerjakan sudah rusak dan aspalnya terkelupas.
Tanggapan dari LSM LS – ADI
Sementara itu, Dr. Habib Sadiq Al-Habsyi, SH MH, Dewan Penasehat LS – ADI (Lingkar Studi dan Aksi Demokrasi Indonesia), kepada media ini, mengatakan, sebenarnya tugas pengawasan dilakukan rekan wartawan dan LSM itu tidak lain adalah membantu kerja – kerja Dinas PUPR Donggala itu sendiri.
“Kami ingin infrastruktur itu hasil pekerjaanya baik, tujuan kami bagaimana pembangunan di provinsi Sulteng lebih baik lagi, utamanya di kabupaten Donggala ini,” ungkapnya.
Dia menambahkan, terkait adanya kerusakan dengan mengelupas diaspal, dengan tegas untuk segera dilakukan perbaikan.
Kata dia, setelah masa pemeliharaan berakhir nanti, ia dan rekan lainya akan terus membantu pihak Dinas PUPR Donggala untuk terus melakukan pengawasan di lapangan.
Jika masih ada kerusakan lagi, kata dia, maka ia meminta APH (Aparat Penegak Hukum) baik pihak penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati Sulteng) dan pihak Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulteng, diminta untuk melakukan penyelidikan.
“Kami siap bersinergi dengan APH, kami siap memberikan data baik gambar maupun video dari lapangan nantinya,” terangnya lagi.
Menurutnya, hanya saja ia berharap agar sejumlah kerusakan tersebut segera dilakukan perbaikan, sehingga tidak membahayakan pengendara yang melintasi jalan tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Bina Marga, Anjas, kepada media ini melalui pesan WhatsApp, mengatakan, rencana kami mau investigasi di lapangan dulu terkait laporan komiu.
Sementara itu, dari pihak kontraktor pelaksana, H. Acal, yang juga dikofirmasi akan melakukan perbaikan dengan sejumlah kerusakan pada proyek tersebut.
“Insyaallah nanti akan segera diperbaiki kerusakanya dinda,” ungkapnya melalui telepon, baru-baru ini.
