PALU–Seorang akademisi, Prof. Zainal, menegaskan bahwa ukuran nilai dan martabat seorang manusia tidaklah ditentukan oleh harta, jabatan, atau gelar yang disandang, melainkan seberapa besar dampak positif dan manfaat yang dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya.
Menurutnya, kehidupan yang bermakna adalah kehidupan yang mampu memberikan pengaruh baik, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, maupun bangsa. Pernyataan ini disampaikan sebagai pengingat bahwa tujuan hidup seharusnya tidak hanya berfokus pada pengumpulan materi, tetapi juga pada pemberian dan pelayanan kepada sesama.
“Manusia yang bernilai tinggi adalah mereka yang kehadirannya dirindukan dan kepergiannya diratapi. Dampak positif yang kita ciptakan hari ini akan menjadi warisan abadi yang terus bermanfaat meskipun kita sudah tiada,” ujar Prof. Zainal.
Lebih lanjut dijelaskan, dampak positif tersebut tidak harus selalu berupa hal-hal besar atau megaproyek. Hal sederhana seperti sikap ramah, kejujuran, kesediaan menolong, dan kontribusi nyata dalam memajukan lingkungan sekitar merupakan bentuk nilai kemanusiaan yang sangat mulia.
Pandangan ini mengajak setiap individu untuk senantiasa introspeksi diri, terus mengembangkan kemampuan, dan menggunakannya untuk kebaikan bersama, sehingga setiap langkah yang diambil membawa berkah bagi banyak orang.
