KAPOLDA

Perkuatan Tanah Lunak di Ruas Jalan Tomata – Beteleme, Menjawab Tantangan Longsoran Lereng Bawah

jalan tomata - beteleme
Titik amblas jalan akibat tanah lunak. (FOKUS RAKYAT)

Morut, Fokusrakyat.net – PPK 4.2 Provinsi Sulawesi Tengah tengah fokus dalam menghadapi tantangan serius akibat longsoran lereng bawah di ruas jalan Tomata – Beteleme yang memiliki panjang sekitar 50 Km.

Menurut data investigasi, terdapat 30 titik amblas jalan akibat tanah lunak, yang menimbulkan risiko serius terhadap keselamatan dan fungsionalitas jalan.

Dalam upaya mengatasi permasalahan ini, PPK 4.2 Provinsi Sulawesi Tengah telah memulai proyek perkuatan tanah lunak pada tahun anggaran 2023.

Frangky Eka, ST, PPK 4.2 Provinsi Sulawesi Tengah, Pekerjaan perkuatan tanah ini mencakup 19 titik amblas jalan akibat tanah lunak yang mengalami longsoran lereng bawah.

Dia mengatakan, proses perkuatan dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik rekayasa, termasuk Pondasi Bore Pile dengan Diameter Tiang Bor 60 Cm dan kedalaman rata-rata 24 M, serta Pondasi Tiang Pancang dengan dimensi 40×40 cm dan kedalaman rata-rata 10 M.

“Dinding penahan tanah berupa pasangan batu dan Dinding Kantilever Beton juga dipasang untuk memperkuat struktur jalan,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, untuk memastikan stabilitas jalan, lapisan dasar sebelum timbunan menggunakan material dari sumber galian yang dipasangi Geomembran, sebuah lembaran plastik polyethylene dengan kepadatan tinggi yang kedap air.

Dia menjelaskan, geotekstil Non Woven juga dipasang sebagai separator agar lapisan material tidak bercampur. Lapis permukaan jalan terdiri dari Agregat Kelas A sepanjang 30 Cm, Aspal ACBC tebal 8 Cm, dan AC-WC dengan ketebalan 4 Cm.

“Saluran drainase menggunakan U-ditch tipe DS2 dengan bahu jalan berpenutup Beton Rabat Fc 20 untuk memastikan sistem drainase yang efisien,” ungkapnya lagi.

“Target kami adalah menyelesaikan penanganan 30 titik amblas jalan akibat longsoran lereng bawah dalam waktu 2 tahun. Sebanyak 19 titik longsor akan diselesaikan pada tahun 2023 dengan dana dari APBN Murni, sementara 11 titik sisanya akan dibiayai melalui skema pembiayaan SBSN dan selesai pada tahun 2024 dengan menggunakan desain yang sudah ada,” ujar Frangky Eka, ST, PPK 4.2 Provinsi Sulawesi Tengah.

Menurutnya, dengan proyek perkuatan tanah ini, diharapkan waktu tempuh antara Taripa – Tomata – Beteleme, yang biasanya memakan waktu 3 jam, akan berkurang menjadi 2 jam. Ini diharapkan akan meningkatkan produktivitas dan pergerakan ekonomi di wilayah tersebut serta mendukung kegiatan pertambangan di Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah.

“PPK 4.2 Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen untuk menjaga kondisi jalan agar tetap fungsional sesuai dengan masa layanannya, dan berharap perkuatan tanah lunak pada ruas Tomata Beteleme dapat teratasi hingga tahun 2024,” pungkasnya.***

HPN HPN HPN HPN HPN HPN
pasang iklan HPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!