Poso – Proyek pembangunan rumah susun (rusun) untuk para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatul Tholibin di Desa Lanto Jaya, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, telah rampung dan diserahterimakan sejak tahun 2023.
Meski begitu, baru-baru ini muncul laporan masyarakat mengenai dugaan permasalahan pada bangunan dan fasilitas penunjangnya.
Menanggapi hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryadin S.T, memberikan klarifikasinya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan rusun tersebut dilakukan pada tahun 2022 dan telah melalui proses Serah Terima Pekerjaan (Final Hand Over) pada tahun 2023.
“Pembangunan rusun Ponpes Nahdlatul Tholibin sudah selesai dan serah terima aset, baik bangunan maupun fasilitasnya, telah dilakukan tahun lalu. Saat ini, rusun tersebut sudah menjadi aset pihak pondok pesantren,” terang Nuryadin kepada sejumlah wartawan.
Ia juga menegaskan bahwa segala bentuk pengelolaan, pemeliharaan, dan perawatan rumah susun tersebut kini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak ponpes.
“Pengelolaan dan pemeliharaan bukan lagi wewenang kami. Untuk fasilitas penunjang seperti tempat tidur susun dan lemari pakaian, semua sudah disediakan sesuai kontrak. Namun, mengingat sudah tiga tahun berlalu, tentu diperlukan perawatan berkala terhadap barang-barang tersebut,” tambahnya.
Sebelumnya, sejumlah warga setempat sempat melaporkan adanya dugaan kerusakan dan kekurangan fasilitas ke aparat penegak hukum.
Namun pihak terkait menegaskan bahwa semua kewenangan kini berada pada pengelola pondok pesantren, mengingat proses serah terima aset sudah tuntas.
Pembangunan rusun ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan berbasis keagamaan di Sulawesi Tengah.
Sekaligus mendukung kenyamanan dan kebutuhan tempat tinggal bagi para santri.
Nuryadin S.T, selaku PPK menangani pembangunan rumah susun (Rusun) pada Satuan Kerja (Satker) Penyediaan Perumahan Provinsi Sulteng.
Dimintai tanggapanya oleh sejumlah wartawan, terkait proyek pembangunan rumah susun (Rusun) untuk santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatul Tholibin di Desa Lanto Jaya, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso.
Adapun yang ingin diklarifikasi diantaranya :
1. Berdasarkan informasi yang kami terima dimana proyek Rusun dibangun oleh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi II dan proses pembangunannya selesai pada bulan Desember 2023 lalu, kini tengah mengalami sejumlah masalah, sehingga dilaporkan oleh warga setempat kepada apparat penegak hukum (APH), mohon konfirmasinya?
2. Olehnya, kami meminta tanggapanya apakah sudah dilaksanakan tahap Serah Terima Pekerjaan atau Final Hand Over (FHO), atau proyek ini dalam masa pemeliharaan, mohon konfirmasinya?
3. Selain itu, semua fasilitas penunjang kebutuhan para santri, tempat tidur susun dan lemari pakaian, juga diduga bermasalah, sehingga kami juga mengkonfirmasi pengadaan fasilitas penunjang bagi rusun tersebut, mohon tanggapanya?
Nuryadin PPK, memberikan tanggapan diantaranya, Waalaikum salam, terimakasih Sudah diberi kesempatan klarifikasi :
1. Pembangunan rumah susun nadhatut tolibin di bangun tahun 2022 dan telah serah terima aset baik bangunan dan fasilitas penunjangnya di tahun 2023. Jadi rumah susun tersebut sudah merupakan aset pihak ponpes.
2. Jadi pengelolaan dan pemeliharaan rumah susun tsb bukan di kami lagi.
3. Untuk pengadaan fasilitas penunjang sudah sesuai kontrak, perlu perawatan dan pemeliharaan terhadap barang tersebut apalagi sudah 3 tahun. Terimakasih
