Berita  

Pembangunan Puskesmas Talise Tahap I Senilai Rp4,7 Miliar Disorot, Kadis Kesehatan Palu Lempar Tanggung Jawab Klarifikasi Teknis

PUSKESMAS
Proyek pembangunan Puskesmas Talise Tahap 1 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK Fisik) tahun anggaran 2024. FOTO : DOK. TIM MEDIA.

PALU, Fokus Rakyat Net — Proyek pembangunan Puskesmas Talise Tahap I yang dibiayai melalui APBD Kota Palu Tahun Anggaran 2024 dengan pagu anggaran sebesar Rp4,7 miliar kini menjadi sorotan. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Rizki Tolitama Sejahtera di bawah Satuan Kerja Dinas Kesehatan Kota Palu.

Tim redaksi Fokus Rakyat Net berupaya meminta klarifikasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Rahmat, terkait metode kerja beton bangunan berdasarkan Spesifikasi dan Gambar Teknis proyek. Namun, dalam balasan via pesan WhatsApp, dr. Rahmat tidak memberikan penjelasan teknis, melainkan mengarahkan agar pertanyaan disampaikan langsung kepada pihak ketiga, dalam hal ini pengawas proyek atau kontraktor pelaksana. Ia turut memberikan kontak WhatsApp milik PPK Dinkes Palu bernama Anto.

Langkah lempar tanggung jawab ini menimbulkan pertanyaan serius terkait transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan proyek infrastruktur kesehatan tersebut, mengingat proyek ini menggunakan dana publik yang cukup besar.

BACA JUGA : Pembangunan Pasar Bahodopi Sarat Masalah, Pengawasan Diduga Longgar

BACA JUGA : PPK Dinkes Palu Diduga Hindari Wartawan Saat Dimintai Tanggapan, Terkait Proyek Puskesmas Talise Rp4,7 Miliar

Media Fokus Rakyat Net akan terus memantau jalannya pekerjaan konstruksi di lapangan dan menunggu sikap tegas dari pihak Pemerintah Kota Palu.

Pondasi Footplat dengan tiang kolom yang tidak beraturan, dimana pondasi Footplat (atau tapak) yang tidak simetris atau tidak mengikuti pola teratur di bawah kolom-kolom bangunan. FOTO : DOK. REDAKSI ANJASMAN.

Tim kami juga telah melakukan peninjauan langsung di lokasi pembangunan sebagai bagian dari kontrol sosial atas pelaksanaan proyek strategis ini.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PPK Dinkes Palu belum memberikan tanggapan atas permintaan klarifikasi teknis yang kami ajukan.

BACA JUGA : Gubernur Sulteng Bentuk Satgas Tambang, Siap Tindak Tegas Izin Bermasalah

BACA JUGA : Rotasi Besar di Polres Parigi Moutong: Sertijab Tandai Komitmen Polri Perkuat Kinerja dan Pelayanan

Sebelumnya diberitakan, Penggunaan keuangan negara dalam proyek pekerjaan konstruksi pembangunan Puskesmas Talise Tahap I oleh Satuan Kerja Dinas Kesehatan Kota Palu kembali menjadi sorotan. Proyek yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2024 ini menghabiskan anggaran hingga Rp4,7 miliar, dan dikerjakan oleh rekanan pelaksana CV. Rizki Tolitama Sejahtera.

Metode kerja pengecoran beton untuk tiang bangunan puskesmas talise, di mana selimut beton muncul di permukaan diduga tidak sesuai dengan standar konstruksi. Selimut beton seharusnya melindungi tulangan dari korosi dan faktor lingkungan, dan posisinya berada di dalam beton, bukan di permukaan. Jika selimut beton terlihat di permukaan, itu menandakan masalah dalam proses pengecoran atau desain. FOTO : DOK. REDAKSI ANJASMAN.

Namun hingga berita ini dipublikasikan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, yang diketahui bernama Anto, belum memberikan klarifikasi resmi. Padahal, pihak redaksi Fokus Rakyat Net telah berupaya melakukan konfirmasi melalui berbagai cara—pesan WhatsApp, panggilan telepon, hingga kunjungan langsung ke kantor Dinas Kesehatan Kota Palu—namun tak satu pun mendapat respons.

Permintaan klarifikasi tersebut berkaitan dengan metode kerja beton bangunan, khususnya apakah proses pelaksanaannya telah sesuai dengan Spesifikasi Teknis dan Gambar perencanaan sebagaimana tertuang dalam dokumen kontrak proyek.

Mutu beton tiang pondasi footplat yang mudah keropos dan bercampur tanah, diduga tidak sesuai spek mengakibatkan kualitas material yang buruk. FOTO : DOK. REDAKSI ANJASMAN.

Lebih jauh, hasil pemantauan di lapangan mengungkap sejumlah kejanggalan teknis yang mencurigakan, di antaranya:

Patah pada bagian tiang cor,

Masih terdapat sisa kayu bekas bekisting (poplang) di sela-sela struktur beton,

Cor beton yang keropos hingga tampak tulangan besi (besi beton),

Dugaan bahwa saat pengecoran dilakukan, permukaan tidak disiram atau dibersihkan dengan benar, sehingga campuran beton berkontaminasi dengan tanah.

Patahan pada tiang kolom mengacu pada retakan atau kerusakan yang terjadi pada kolom bangunan. Kerusakan ini bisa berupa retakan pada selimut beton, dan diduga kualitas beton yang buruk. FOTO : DOK. REDAKSI ANJASMAN.

Kondisi tersebut sangat memprihatinkan, mengingat proyek ini berkaitan langsung dengan layanan kesehatan masyarakat. Keamanan dan kualitas konstruksi adalah hal utama yang tidak boleh diabaikan, apalagi menyangkut fasilitas publik jangka panjang.

Sikap diam dari PPK Anto dinilai tidak mencerminkan semangat akuntabilitas dan transparansi yang seharusnya dijunjung oleh setiap pejabat publik, khususnya dalam mengelola dana APBD.

Untuk itu, Fokus Rakyat Net memberikan teguran tegas dan meminta agar PPK segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik atas pelaksanaan proyek ini.

Patahan pada tiang kolom mengacu pada retakan atau kerusakan yang terjadi pada kolom bangunan. Kerusakan ini bisa berupa retakan pada selimut beton, dan diduga kualitas beton yang buruk. FOTO : DOK. REDAKSI ANJASMAN.

Kami juga mendesak agar Inspektorat Daerah, APIP, hingga aparat penegak hukum dapat segera turun tangan melakukan evaluasi dan pemeriksaan teknis di lapangan guna memastikan tidak terjadi penyimpangan, baik dari sisi kualitas pekerjaan maupun anggaran.

Uang rakyat bukan untuk dimainkan. Kualitas proyek publik adalah tanggung jawab bersama.


 

error: Content is protected !!
Exit mobile version