Palu – Kemeriahan lomba perahu layar tradisional “BERANI RACE” yang digelar di Pantai Bamba, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, pada Minggu (1/9/2024) pagi.
Tidak hanya membawa kegembiraan bagi para pengunjung, tetapi juga memberikan berkah tersendiri bagi para pedagang kecil atau UMKM setempat.
Acara yang diinisiasi oleh pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid dan dr. Reny A. Lamadjido.
Berhasil menarik minat ratusan warga yang datang bersama keluarga mereka untuk menyaksikan perlombaan tersebut.
Tak hanya menyaksikan, mereka juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menikmati aneka jajanan yang dijajakan oleh para pedagang di sekitar lokasi acara.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sekitar 28 pedagang memanfaatkan momen ini untuk menjajakan dagangan mereka kepada pengunjung.
Tenda-tenda berwarna-warni yang didirikan oleh para pedagang makanan dan minuman tampak mendominasi area tersebut.
Aneka kuliner seperti somay, batagor, es krim, es campur, hingga jajanan tradisional seperti jagung rebus, burasa, dan ubi rebus dengan penja khas Kaili menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.
Selain makanan, para pedagang mainan anak-anak juga turut memeriahkan suasana dengan menjual beragam mainan seperti tiup balon, kincir angin, ayam dorongan, dan mainan mobilan.
Ada pula pedagang yang menawarkan berbagai aksesori seperti kacamata, cincin, gelang, dan kalung.
Risma, seorang pedagang yang merupakan warga Tawaeli, mengungkapkan rasa syukurnya atas acara ini.
Menurutnya, lomba perahu layar tradisional ini bukan hanya memberikan hiburan bagi warga, tetapi juga membawa rezeki bagi para pedagang kecil seperti dirinya.
“Terima kasih banyak Pak Anwar dan Bu Reny, bisa peduli dengan kami para pedagang di sini,” ujarnya dengan penuh antusias.
Ia berharap acara semacam ini bisa diagendakan secara rutin agar warga mendapatkan hiburan yang berkesinambungan dan para pedagang kecil bisa terus mendapatkan manfaat ekonomi.
“Kami senang bisa ada hiburan seperti ini, apalagi Pak Anwar dan Bu Reny bernyanyi bersama, jadi kita semua terhibur,” pungkas Risma.
Lomba perahu layar tradisional ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momen kebersamaan yang mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat, serta mendukung perekonomian lokal.
