Lereng Gunung Huntap Pombewe Rusak Lagi, Satker : Pemeliharaan Sampai April

huntap pombewe
Item pekerjaan penanganan lereng gunung di Huntap Pombewe, khususnya pemasangan jala penutup berwarna hijau mengalami kerusakan serius. (Foto Tim)

Sigi, Fokusrakyat.net — Paket pekerjaan konstruksi Pembangunan Infrastruktur Permukiman Kawasan Pombewe Kab. Sigi, Fase 2, menuai sorotan.

Pasalnya, item pekerjaan penanganan lereng gunung di Huntap Pombewe, khususnya pemasangan jala penutup berwarna hijau mengalami kerusakan serius.

Kerusakan dikabarkan tidak main-main, karena hampir seluruh bagian jala penutup lereng gunung itu rusak fatal.

Apalagi kondisi lereng gunung juga ikut mengalami erosi dan longsoran, sehingga proyek ini dinilai mubazir, atau hanya menghambur-hamburkan duit rakyat saja.

Item pekerjaan penanganan lereng gunung di Huntap Pombewe, khususnya pemasangan jala penutup berwarna hijau mengalami kerusakan serius. (Foto Tim)

Untuk diketahui, proyek ini dikerjakan melalui Satuan Kerja PELAKSANAAN PRASARANA PERMUKIMAN PROVINSI SULAWESI TENGAH, dengan nilai Pagu Rp. 19 Miliar, menggunakan anggaran ABPN tahun 2022, yang dikerjakan oleh PT. MUTIARA INDAH PURNAMA, penyedia jasa yang beralamat di Kota Bekasi.

Item pekerjaan penanganan lereng gunung di Huntap Pombewe, khususnya pemasangan jala penutup berwarna hijau mengalami kerusakan serius. (Foto Tim)

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Satker Permukiman Sulteng, Tarso, didampingi PPK Infrastruktur, Aswan, mengenai pada proyek ini, tim redaksi mengkonfirmasi dan meminta penjelasan mengenai apakah proyek ini sudah dilakukan penyerahan pekerjaan selesai atau PHO dari penyedia jasa kepada pengguna anggaran dalam hal ini BPPW Sulteng?

Atau saat ini, masih dalam masa pemeliharaan mengingat sudah memasuki Maret 2024?

Item pekerjaan penanganan lereng gunung di Huntap Pombewe, khususnya pemasangan jala penutup berwarna hijau mengalami kerusakan serius. (Foto Tim)

Sedangkan masa pemeliharaan, setelah pelaksanaan itu maksimal 1 tahun, apalagi pekerjaan tahun 2022 otomatis pemeliharaan akan berakhir 2023. Mengingat saat ini sudah masuk awal Maret 2024, mohon konfirmasinya?

Berkaitan dengan pertanyaan diatas, sangat erat kaitanya dengan hasil investigasi temuan tim redaksi di lapangan yang mengalami kerusakan, utamanya pada penanganan lereng gunung di Huntap Pombewe, yang disinyalir bagian dari item proyek ini.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil pantauan investigasi media ini, hampir semua titik pekerjaan jala berwarna hijau sebagai penutup lereng gunung yang berfungsi untuk melindungi lereng dari erosi dan longsoran.

Akan tetapi, kondisi material jala penutup itu, saat ini begitu memprihatinkan, dimana sudah mengalami porak- poranda, dan dinilai sudah tidak layak pakai lagi.

Item pekerjaan penanganan lereng gunung di Huntap Pombewe, khususnya pemasangan jala penutup berwarna hijau mengalami kerusakan serius. (Foto Tim)

Kondisi jalan penutup sudah sobek-sobek, sehingga sejumlah pihak termasuk wartawan, LSM, dan warga setempat meragukan kualitas pekerjaan ini dan diduga pekerjaan ini hanya asal-asalan yang penting selesai.

Akan tetapi, pekerjaan ini tidak memprioritaskan asas manfaatnya untuk kepentingan permukiman. Selain itu, sejumlah pihak mulai berduga-duga adanya kerugian negara pada proyek ini, mohon konfirmasinya?

Menanggapi hal ini, Kasatker Tarso, didampingi PPK Aswan, yang ditemui media ini, di ruang kerjanya, di kantor BPPW Sulteng, memberikan penjelasan bahwa proyek ini masih dalam masa pemeliharaan hingga April 2024.

“Masih dalam masa pemeliharaan hingga April bulan depan, makanya masih ada kesempatan untuk melakukan perbaikan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pihak rekanan juga diakui bersedia melakukan perbaikan, khususnya item penanganan lereng gunung yang mengalami kerusakan tersebut.

“Insyaallah rekanan (Kontraktor) akan memperbaiki semua kerusakan disana,” ungkapnya lagi.

Item pekerjaan penanganan lereng gunung di Huntap Pombewe, khususnya pemasangan jala penutup berwarna hijau mengalami kerusakan serius. (Foto Tim)

Menurutnya, ada beberapa hal non teknis yang menjadi kendala di lapangan, yakni permasalahan sosial lingkungan setempat.

Dicontohkan, kata dia, terkait masalah hewan ternak yang digembalakan, maka otomatis akan merusak penanganan lereng gunung yang sengaja memakai jala penutup tersebut.

Selain itu, ada juga masalah lain, seperti pengancing atau penjepit besi dari jala penutup itu diduga dicuri oleh oknum tertentu, sehingga item pekerjaan mengalami kerusakan.

Item pekerjaan penanganan lereng gunung di Huntap Pombewe, khususnya pemasangan jala penutup berwarna hijau mengalami kerusakan serius. (Foto Tim)

“Begitu juga dengan besi-besi lainya di sekitar lokasi pekerjaan, ada yang sengaja mencurinya, maka hal ini menjadi perhatian kita semua. Bagaimana bangunan infrastruktur mau baik, jika kita sendiri yang merusaknya,” pungkasnya.

Item pekerjaan penanganan lereng gunung di Huntap Pombewe, khususnya pemasangan jala penutup berwarna hijau mengalami kerusakan serius. (Foto Tim)
error: Content is protected !!
Exit mobile version